oleh

WARGA JANGAN HANYA SEKEDAR HABISKAN UANG

KUPANG, POROS NUSANTARA – Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, menegaskan, melalui dana desa yang dikucurkan sejak tahun 2015, hendaknya dimanfaatkan dengan baik bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Untuk itu, diperlukan adanya semangat yang tumbuh dalam diri masyarakat di desa untuk berubah. Tidak boleh terjebak dan terbelenggu dalam kemiskinan dan warga jangan hanya sekedar habiskan uang tapi harus membuat program yang jelas. Gubernur Frans Lebu Raya, menyampaikan hal ini saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) NTT, di Hotel Sylvia Kupang, Selasa (17/10/2017).

pemberayaan mayarakat desa.1Rakor yang digelar dari tanggal 16-19 Oktober 2017 itu, mengusung tema Evaluasi dan Koordinasi Pengendalian Dana Desa (DD). Para peserta yang diikutsertakan dalam rakor tersebut berasal dari lingkup PMD NTT, Kepala Dinas PMD dan Kepala Bappeda kabupaten/kota, perwakilan Camat, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat dan perwakilan Pendamping Desa se NTT, secara keseluruhan berjumlah 314 orang. Untuk dasar hukum pelaksanaan rakor itu sesuai dengan Undang-Undan nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Menteri (Permen) Desa, Penbangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Desa, nomor 3 Tahun 2015 tentang Pendamping Desa.

BACA JUGA  Aktivitas Perdagangan Pasar Sentral Sengkang Kembali Dibuka, Setelah Ditutup Akibat Corona

Menurut Gubernur Frans, terkait dengan pengelolaan dana desa, para pendamping desa harus mendorong masyarakat bekerja keras secara gotong royong dan kekeluargaan keluar dari belenggu kemiskinan. Dana desa yang ada supaya mengajak partisipasi masyarakat membangun dirinya, membangun kelompoknya dengan tetap menjaga Ideologi bangsa, yaitu Pancasila. Dikatakannya, pemerintah tidak sekedar memberikan uang, memberikan proyek dan memberikan program. Mesti ada semangat yang tinggi dalam diri untuk maju, berubah dan sejahtera. Lanjut Gubernur, warga jangan hanya sekedar menghabiskan uang, tapi harus membuat program yang jelas, lokus yang jelas dengan kelompok sasaran yang jelas pula.

BACA JUGA  Wakil Bupati Pelalawan Berziarah Ke Makam Raja Pelalawan Dalam Rangka Memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2019

Dari dana desa yang besar, tidak akan jadi apa-apa kalau tidak ada semangat dalam diri masyarakat untuk berubah. Masyarakat harus membuat hidupnya menjadi jauh lebih baik daripada sekarang. Sementara itu, Kepala Dinas PMD NTT, Drs. M.P, Florianus, mengatakan rakor pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa tingkat provinsi NTT, bertujuan untuk melakukan evaluasi reguler terhadap pelaksanaan penyaluran dan penggunaan dana desa serta pelaksanaan program-programnya. Dan merumuskan langkah-langkah serta mengidentifikasi masalah yang timbul selama pelaksanaan penyaluran dan penggunaan dana desa.

BACA JUGA  Nazri K Hamid Pengusaha Pakaian Sukses Dari Sabah

(Laporan : Erni Amperawati).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini