oleh

KORUPSI DD, OKNUM KADES DITETAPKAN TERSANGKA OLEH POLRES KARAWANG

KARAWANG, POROSNUSANTARA – Kepala Desa Kertajaya ditetapkan tersangaka tindak pidana korupsi  oleh Kepolisian Resor (Polres) Karawang setelah pihak kepolisian setempat  menduga adanya korupsi dalam penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD). Rabu (25/10/2017).

Kapolres Karawang, AKBP Ade Ary Syam Indradi, menyampaikan kasus korupsi ADD tersebut berawal, ketika pemerintahan desa tersebut tengah melakukan pengerjaan turap untuk pengairan sawah senilai Rp 400 juta.

korupsi DD.1Ia menyebutkan, anggaran ADD tahap pertama tahun 2016  seharusnya digunakan untuk membangun turap sepanjang 700 meter. Namun, pembangunan hanya dilakukan sepanjang 112 meter dan terhenti selama 4 bulan. Sehingga, Kepala Desa Kertajaya tidak mampu mencairkan anggaran ADD untuk tahap ke berikutnya.

BACA JUGA  "Bupati Karawang hadiri kegiatan bakti sosial, forum komunikasi puskesmas (FKP)se - kab, Karawang

“masyarakat berteriak dan melaporkan kepada kita soal dugaan korupsi pembangunan turap. Dengan demikian Unit Reskrim langsung melakukan penyelidikan dan ditemukan kerugian negara sebesar Rp300 jutaan,” ucapnya usai melakukan pemantauan turap yang diduga menjadi korupsi kades, di Desa Kertajaya,Kecamatan Jayakerta, Rabu (25/10/2017).

Dikatakannya, saat melakukan penyelidikan, kemudian oknum kades ini segera melanjutkan pembangunannya selama 2 bulan.

korupsi DD.2“Jadi pembangunan turap sempat terhambat hingga 4 bulan dan berdampak pada Proses tanam padi menjadi terhambat. setelah dinyatakan selesai, ternyata dari hasil penyelidikan dan audit dari inspektorat ditemukan kembali pelanggaran korupsi yakni spek yang di bangun tidak sesuai dengan seharusnya dan merugikan Negara sekitar Rp 89 juta,” ungkapny.

BACA JUGA  Menkop dan UKM Dorong Pemerintah Daerah Menyiapkan dan Membina UKM Berskala Ekspor

Setelah sejumlah proses penyelidikan dan adanya bukti dugaan korupsi. Pihak kepolisian langsung meningkatkan ketingkat penyidikan dan menetapkan Kepala Desa tersebut sebagai tersangka akan tetapi tidak ditahan.

Sementara,Sekertaris Desa,Sasmita mengaku mandeknya pengerjaan turap itu karena sudah memasuki musim penghujan ,sehingga kades terpaksa memberhentikan proyek pengerjaan turap .”Karena musim hujan,jadi dihentikan dulu,”kata Sekdis Kertajaya, Sasmita.

BACA JUGA  ASKAB PSSI SOLSEL SEPAKBOLA DAN FUTSALL BERJALAN SUKSES

Diakui oleh Ade, dalam penetapan tersangka Kades Kertajaya, Pihaknya juga tengah menangani 3 kasus dugaan korupsi di tiga desa lainnya di Karawang.

(Laporan : Daman Huri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini