by

“PDT. S.TH. KAIHATU, M.TH. MEMBERIKAN PEMBINAAN MATERI TATA GEREJA GPIB DI GPIB TUGU”

JAKARTA, POROS NUSANTARA – Tata Gereja GPIB merupakan tatanan untuk Ketertiban dalam Proses Mewujudkan Gereja Misioner Sebuah Pendekatan untuk Memahami. Yang menarik karena pemateri adalah Ketua Tim Penyusun dan Tata Gereja GPIB itu sendiri. Dalam bahasa Inggris Gereja adalah Church, Bahasa Portugis Igreja, Bahasa Belanda Kerk dan Yunani Kuriakon (Milik Kurios/Tuan).

GEREJA TUGU.2Dalam PL adalah Qahal; Edah. Dalam PB adalah Kuriakon; Ekklesia yang artinya perlu ditata. Materi ini diberikan dalam rangka mempersiapkan pembinaan 53 Diaken dan Penatua GPIB Tugu DKI Jakarta. Untuk periode 2017 – 2022. Tujuan penyajian materi ini agar para calon Diaken, Penatua mampu menjelaskan arti Ekklesiologi GPIB, menjelaskan hubungan antara Ekklesiologi dengan Tata Gereja (Penatalayanan dan Perbendaharaan). Menjelaskan pemahaman Tata Gereja secara utuh, menjelaskan manfaat Tata Gereja dalam pembangunan Jemaat Misioner, menjelaskan unsur Tata Gereja dan keterkaitannya dengan Pemahaman Iman. GPIB kini memiliki 322 jemaat, 328 pos pelkes 25 mupel, 65.000 keluarga dan 325.000 jiwa dengan 6.470 diaken dan 6.630 orang  Dengan wilayah pelayanan yang luas dari Sabang sampai Bao-bao maka perlu penatalayanan yang lebih berkualitas.

BACA JUGA  Ganjar Pranowo Kunjungi Warga Desa Karangmoncol

Meski materi diberikan di jam ngantuk tetapi justru gelak tawa dan kesegaran terlihat di wajah peserta karena pembicara yang piawai dengan kemampuan public speaking yang tidak diragukan Pendeta Kaihatu yang meski sudah memasuki lansia tetapi semangat dan vitalitasnya masih prima. Pria yang mengenyam pendidikan pernah di tempuh di Inggris dan Amerika Serikat itu merupakan Ketua Majelis Sinode GPIB Periode 2005 – 2011. Teologi Calvin menyatakan bahwa 4 jabatan gereja adalah : Gembala/Pendeta, Pengajar, Penatua dan Diaken. Kemudian menjadi dua : Presbyteros/Episkopos dan Diakonos. Ciri Diaken ungkapannya haruslah senantiasa menyatakan : “Apa yang dapat kita bantu?” Kesediaan untuk senantiasa membantu. Kearifan dan kemauan untuk senantiasa membantu orang.

BACA JUGA  Balimau Kasai Potang Mogang, Ada Istiadat Yang Perlu Di Lestarikan

GEREJA TUGU.1Presbiterial Sinodal dibawa lewat Gereja Protestan Indonesia merupakan landasan dasar bagi Tata Gereja, “Gereja Ibu” GPIB. Calvin berpikir dengan sangat komprehensif. Pembinaan dengan pembicara Pdt. S.Th. Kaihatu, M.Th. merupakan pembinaan terakhir bagi calon Diaken dan Penatua GPIB Tugu DKI yang akan diteguhkan tanggal 22 Oktober 2017 Pukul 09.00 wib dan dilanjutkan dengan Pemilihan Pelaksana Harian Majelis Jemaat Masa Bhakti 2017 – 2019. Pdt. S.Th Kaihatu, M.Th berjemaat di GPIB Kharisma, Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

BACA JUGA  Polres Metro Jakarta Barat dan TNI Gelar Doa Bersama Jelang Pelantikan Presiden Di Sertai Potong Tumpeng Dan Santunan Anak Yatim

(Laporan : Johan Sopaheluwakan)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini