oleh

KEBERSAMAAN DALAM KEPEDULIAN TERHADAP SESAMA MANUSIA

Jakarta, Poros Nusantara – Berbicara tentang kepedulian di era sekarang ini menjadi barang langka yang semakin mahal harganya. Manusia cenderung menjadi manusia yang egois, mementingkan diri sendiri. Manusiawi memang tetapi inilah tantangan orang beriman kepada Tuhan, apakah kepekaan terus menjadi bagian hidupnya atau justru sama dengan dunia egois ini?

kebersamaan 2Tanggal 25 Agustus 2017 adalah wujud kecil Gereja “Portugis” Tugu yang pada tahun 1960 dimasukkan dalam keanggotaan menjadi anggota GPIB dalam Persidangan di Gadog, Bogor oleh Ketua Majelis Jemaat saat itu Pdt. Albert Hermanus Quiko mewujudkan kebersamaan dalam kepedulian bagi kurang lebih 26 anggota Diakonia GPIB Tugu DKI Jakarta.

Komisi Diakonia yang digawangi oleh Ibu Mien Mau – , Ibu Naomi Parera – Souhuwat, Ibu Cherly Alfons – Telusa di bawah ketua yang membidangi Pnt. Demsi Herbert Pandelaki, S.H. selaku Ketua I PHMJ GPIB Tugu DKI Jakarta menggelar acara Ibadah Padang Diakonia GPIB Tugu DKI Jakarta dalam rangka meaksanakan Program Kerja dan Anggaran

BACA JUGA  Menteri Susi Ingin Pengusaha Perikanan Manfaatkan Momentum Perang Dagang Tiongkok-AS

Disamping itu kegiatan tersebut dalam rangka mempererat tali persaudaraan dan kekeuargaan. Dalam kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 50 orang demikian pernyataan Dkn. Mulia Hati Cornelis – Ziliwu selaku Sekretaris 1 PHMJ GPIB Tugu DKI Jakarta.

Pelayanan Diakonia merupakan kepedulian GPIB Tugu terhadap sesama manusia secara khusus Jemaat Tugu dengan memberikan persembahan kasih sebesar Rp. 200.000.- per bulan kepada anggotanya yang membutuhkan dengan kategori cacat, janda/duda yang layak dibantu, dan jemaat yang layak dibantu. Memang diakui nominal rupiah tersebut masih jauh dari kebutuhan sehari-hari dalam sebulan mengingat dana jemaat yang hasil persembahan harus dibagi- bagi untuk program kegiatan lainnya. Oleh sebab itu perekrutan anggota diakonia dilakukan seselektif mungkin dari Sektor 1 sampai dengan 9 bahkan hingga visitasi ke rumah calon penerima diakonia dan berdasarkan rekomendasi koordinator sektor. Dan jika penerima diakonia taraf hidupnya sudah membaik dialihkan kepada yang lebih membutuhkan.

BACA JUGA  Pemerintah Kota Sawahlunto Untuk Melakukan Revitalisasi Kawasan Bekas Penjara Orang Rantai Menjadi Situs Wisata Sejarah (heritage) Kini Mulai Dijalankan

Pelayanan Firman disampaikan Pdt. Stella Mandagi – Rompis melengkapi suasana keceriaan dan kegembiraan peserta/anggota diakonia dengan siraman rohani.

kebersamaan 3Kegiatan Diakonia di GPIB Tugu bukan saja acara kegiatan pemberian persembahan kasih kepada anggota tiap bulan tetapi juga pengobatan gratis yang terbuka bagi umum masyarakat di sekitar lingkungan GPIB Tugu setiap 3 bulan sekali dalam setahun. Itu artinya Kebersamaan dalam Kepedulian senantiasa diusung GPIB Tugu dalam memenuhi persekutuan (koinonia), kesaksian (marturia) dan pelayanan (diakonia) di tengah-tengah jemaat.

BACA JUGA  BRSDM Dukung Reformasi Kelautan dan Perikanan

Acara permainan dan aneka lomba ceria dilakukan Komisi Diakonia selaku penyelenggara mengajak anggota menghilangkan kepenatan hidup. Acara tersebut didampingi oleh Pelaksana Harian Majelis Jemaat GPIB Tugu ; Pnt. Demsi Herbert Pandelaki, S.H. selaku Ketua I, Pnt. Paulus Stevanus Andries selaku Ketua IV, Dkn. Mulia Hati Cornelis – Ziliwu selaku Sekretaris 1 dan Pnt. Yunita Suharto – Thomas selaku Bendahara 1.

Laporan : Johan Sopaheuwakan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini