oleh

Tentang Dugaan Mafia Peradilan & Pelanggaran Teknis Yudisial, Hukum Acara, Maladministrasi dan Pelayanan Publik Dalam Perkara Persidangan Warga Bara-Baraya Vs. Pangdam XIV Hasanuddin Makassar dan Nurdin Nombong

Porosnusantara.co.id – Sehubungan dengan perkara tanah yang melibatkan 39 KK warga Bara-Baraya di Kota Makassar, Sulsel melawan Pangdam XIV Hasanuddin dan Nurdin Nombong.

Saat ini, perkara tersebut sudah tahap pemeriksaan kasasi, berdasarkan surat pengiriman berkas kasasi dari PN Makassar ke Mahkamah Agung Nomor: W22 U1/5725/HK.02/12/2020 tertanggal 15 Desember 2020.

Selama tiga bulan terakhir ini, warga diliputi kecemasan. Setiap hari warga dibayangi oleh ancaman penggusuran karena mendengar issu dan provokasi dari oknum-oknum TNI bahwa warga sudah kalah dalam perkara di Mahkamah Agung dan dalam waktu dekat akan dilakukan eksekusi pengosongan lahan.

Bahkan, sejak awal bergulirnya kasus ini oknum-okum TNI secara aktif melakukan intimidasi kepada warga sehingga hal ini sangat bedampak pada sisi lain kehidupan warga Bara-Baraya, seperti masalah ekonomi, pendidikan anak, ketentraman dan tekanan psikologi. Kami sangat khawatir situasi ini akan menimbulkan pelanggaran HAM yang serius terhadap warga.

Oleh karena itu, ditengah situasi Pandemi Covid-19 dan keterbatasan ekonomi ini, warga Bara-Baraya selaku pihak dalam perkara ini membulatkan tekad untuk datang ke Jakarta demi menghadap Ketua Mahkamah Agung dan Kepala Badan Pengawasan MA RI untuk mendapatkan kepastian hukum terkait proses perkara ini, dan tentu berharap perkara ini mendapat perhatian khusus di Mahkamah Agung begitu pula di lembaga-lembaga negara yang lain seperti Komisi Yudisial RI, Komisi I dan Komisi III DPR RI dan Deputi Hukum Kantor Staf Presiden RI.

(Spd*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini