oleh

THM, Perjudian dan Peredaran Miras Marak Menjamur di Nabire, LSM WGAB Angkat Bicara.

Porosnusantara.co.id – Keimanan kepada Tuhan serta kesadaran benar tergantung pada pribadi masing-masing, namun apa gunanya aturan dan undang-undang yang berlaku di Negara ini terkait hal-hal menyangkut larangan Perjudian, Tempat Hiburan Malam (THM) yang berbau Prostitusi serta peredaran minuman keras (Miras) yang marak menjamur di Kota Nabire.

Praktek- praktek tersebut tentunya membuat resah kehidupan di lingkungan Masyarakat pada umumnya.

Seperti yang di ketahui masyarakat umum dimana tempat hiburan malam di kota Nabire Terpusat di suatu tempat, yaitu di belok kanan Taman Mai Mai Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire.

Namun sangat di sayangkan bahwa Tempat hiburan malam tidak hanya ada di situ, tetapi sudah menjamur di tengah kota nabire. dan lebih parahnya lagi para pengusaha tempat hiburan malam memilih beroperasi di tengah pemukiman warga serta meng-kontrak rumah warga dan Kost-kostan di sulap menjadi lokasih tempat hiburan malam.

“tentunya praktek – praktek seperti itu sangat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat kota Nabire.

“Perjudian adalah suatu kegiatan yang benar- benar dilarang oleh pemerintah. namun perjudian di kota Nabire marak dan seolah bebas dilakukan di setiap sudut kota Nabire. Baik Judi Roulete, bahkan Judi toto gelap (Togel) yang dengan tranparan penjualannya dipinggir jalan serta di depan rumah warga. Hal ini terkesan diduga ada pembiaran dari pihak penegak hukum yang ada di kota Nabire. dan sangat di sayangkan menurut keterangan warga, bahwa perjudian tersebut diduga di backingi oleh oknum-oknum aparat keaman setempat. Jika seperti itu realitanya barang tentu perjudian di Nabire akan sulit di berantas.

“Minuman keras ada semenjak dulu kala, dan minuman keras juga bisa di jadikan kebutuhan setiap manusia sesuai takaran yang tidak berlebihan sehingga yang mengkonsumsi tidak merasakan mabuk oleh minuman tersebut.
Namun peredaran minuman keras di Nabire terlihat sudah melewati ambang batas, baik minuman Lokal dan Minuman yang berlabel yang mendapatkan idzin penjualan oleh Pemerintah daerah setempat.

“Disinilah banyak muncul pertanyaan dari pihak masyarakat dimana, “apa bedanya minuman lokal (Bobo dan cap tikus) dan Minuman Toko (Vodka dan lain-lain), Semuanya kan bikin mabuk, Kenapa hanya Bobo dan cap tikus yang di tangkap, Sedangkan Minuman Toko Tidak?”.

“Tentunya hal ini sangat Penting untuk kaji dari sisi manfaat serta sisi buruk antara miras lokal (Milo) maupun Miras Berijin.

Jika sisi manfaatnya bisa memberi keuntungan bagi pengusaha bermodal, kenapa hal itu tidak di beri kesempatan bagi masyarakat yang memiliki usaha kecil minuman lokal (Bobo, cap tikus). dan jika dari sisi lain dimana semua jenis minuman keras (Miras) bisa menimbulkan tindak Kriminal serta merusak kesehatan tubuh manusia, “kenapa Hanya Minuman Lokal (bobo, cap tikus) yang di Tangkap sedangkan minuman keras Vodka dan lain-lain bebas di jual di mana mana.

Tentunya hal ini menimbulkan tanggapan negatif dari kalangan masyarakat awam, dimana masyarakat men-duga hukum di kota Nabire hanya “Tajam Kemasyarakat kecil dan Tumpul Ke Pengusaha bermodal”

“Seperti Judi, Miras dan tempat hiburan malam yang berbau prostitusi sudah ada sejak dulu kala. Jika di pandang hal itu tidak bisa di berantas, setidaknya di lakukan Penertiban secara merata terhadap semua Pengusaha Tempat Hiburan Malam (THM), pengusaha miras Lokal maupun miras beridzin serta semua tempat – tempat Perjudian yang ada di Nabire.

Adakah solusi dari Pemerintah Kabupaten Nabire untuk memberantas atau menertipkan ketiga hal tersebut di atas?
jika ketiga hal tersebut tidak bisa di berantas hanya karena kepentingan oknum – oknum tertentu, sebaiknya di tertipkan dan di beri ruang, tempat di wilayah tertentu agar bisa menjadi keuntungan atau pendapatan Daerah itu sendiri, dan bukan untuk kepentingan sendiri-sendiri.

” Saya selaku Ketua lembaga swadaya masyarakat (LSM) wadah generasai anak bangsa (WGAB) Provinsi Papua Yerry Basri Mak. SH, meminta dengan hormat kepada Kapolres Nabire harus tegas dalam mengambil sikap untuk menertipkan depok-depok penjual miras ilegal serta tempat hiburan malam serta menutup giat perjudian
toto gelap (toge)l, Roulete dan jenis judi lainnya yang marak menjamur di tengah kota Nabire.

Mengingat kasus Covid-19 di Nabire semakin hari semakin meningkat, Sebab dari kegiatan kegiatan tersebut juga sangat berpotensi adanya penularan Virus Covid-19.

(SPD*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini