oleh

Pendidikan harus menjadi modal dalam pembangunan manusia seutuhnya.

Poros Nusantara karawang 16 September 2020 – Pendidikan merupakan usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif untuk mengembangkan potensi dan memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Pandemi COVID-19 memengaruhi banyak sektor kehidupan masyarakat, tak terkecuali sektor pendidikan.
Betapa tidak, sejak kemunculannya pada awal maret di tanah air, sejumlah sekolah maupun perguruan tinggi terpaksa ditutup dan mengubah metode belajar menjadi daring. Hal ini jelas menimbulkan sejumlah dampak, baik positif maupun negatif untuk peserta didik dan tenaga pengajar.

penyebaran Covid-19 di Indonesia, tentunya membuat pemerintah harus melakukan berbagai upaya untuk segera mengakhiri pandemi, agar seluruh sektor kehidupan tak lagi mengalami masa sulit, termasuk dunia pendidikan.
Siswa yang berada di zona kuning, oranye, dan merah terpaksa menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar di rumah melalui gadget sebagai usaha memutus mata rantai penyebaran covid19.

Meski begitu, metode PJJ ini juga memiliki kendala tersendiri bagi siswa. kendala PJJ yang dialami siswa
Karena PJJ berlangsung secara online dan di rumah, tak jarang banyak anak yang menjadi tidak disiplin saat belajar,
Selain itu, tak adanya pengawasan dari guru dan mengharuskan siswa untuk mempelajari materi secara online, mengerjakan tugas mandiri, hingga mengunduh materi sendiri juga jadi kendala yang harus dihadapi.

Mengatasi rasa bosan dengan kontrol diri sendiri bukanlah hal mudah bagi siswa, sehingga diperlukan pengawasan orang tua ketika PJJ.

Selain itu, siswa juga harus menghadapi gangguan eksternal lainnya selama di PJJ di rumah misalnya ketika orang tua meminta bantuan mengerjakan pekerjaan rumah, atau membantu orang tua berjualan,hal itu bisa membuat
anak sulit fokus pada materi pelajaran, kendala kendalanya seperti metode pembelajaran tidak pleksible sebab dilakukan harus secara online sehingga banyak siswa tidak bisa merasakan pengalaman langsung praktik secara langsung atau tatap muka.

Membutuhkan kontrol diri yang tinggi dari gangguan eksternal seperti orang tua sering menyuruh membantu , jaringan dan pasilitas siswa tidak memiliki hp Android dan tidak memiliki kuota serta jaringan buruk, bahkan bisa berdampak pada kesehatan mental anak didik kehilangan akses terhadap orang yang di percaya seperti guru temen temen sehingga berdampak buruk pada kesehatan.

Perasaan cemas dan khawatir sebab kurangnya interaksi dan sulitnya penyesuaian pembelajaran jadi penyebab perasaan negatif pada siswa, keterlambatan belajar, butuh berpuluh puluh tahun bagi siswa untuk memulihkan kebiasaan hingga mengembalikan pengalaman pembelajaran yang telah hilang,dan masih banyak epek elek lainya, komentar Kepala UPTD kecamatan cilebar kabupaten Karawang.

kita harus bersama sama berjuang agar pandemik Civic 19 ini bisa kita atasi dengan cepat dan tepat dalam paparannya .

(Agus hs biro Karawang*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini