Komunitas Ojek Online Jabodetabek Akan Gelar Aksi Damai 151 di Depan...

Komunitas Ojek Online Jabodetabek Akan Gelar Aksi Damai 151 di Depan Istana Negara

39 views
0
Para pengemudi ojek online saat menyampaikam rencana aksi damai

Jakarta, Porosnusantara.co.id – Pengemudi ojek online yang tergabung dalam Komunitas Ojek online Se-Jabodetabek mengklaim akan menggelar aksi damai besar-besaran pada  Selasa, 15 Januari 2019.

Dari Agenda aksi yang tersebar  dikalangan wartawan. Aksi para pengemudi  online dari Jabodetabek  itu akan dilakukan di depan Istana Negara , Jakarta Pusat.

Moderator Aksi Damai 151 yang kerap disapa Bang Maung mengatakan, aksi damai dilakukan dengan tujuan menyampaikan tiga tuntutan yang sama seperti aksi-aksi turun ke jalan sebelumnya. Mereka juga ingin menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah Indonesia untuk memperjuangkan nasib para pengemudi ojek online.

Aksi ini renacana akan diikuti sekitar 1.500 pengemudi ojek online. “Aksi damai ini untuk mengucapkan terima kasih kepada Presiden, Menteri Perhubungan, dan pihak terkait lainnya seperti Polri dan jajaran Polda Metro Jaya atas perhatiannya kepada para driver ojek online, merespons kami juga dan memberikan masukan-masukan,” kata Maung di Jalan Guntur Nomor 49, Jakarta Selatan, Jumat (11/1).

“Aksi ini untuk menyampaikan aspirasi kami sebagai ojek online agar dapat ditampung dan diselesaikan. Kami berharap ini aksi yang terakhir sehingga ojek online Indonesia bisa mendapat keadilan dan kesejahteraan,” sambungnya.

Maung menjelaskan, tuntutan pertama yang ingin disampaikan para pengemudi adalah meminta aplikator ojek online untuk menetapkan tarif batas atas dan bawah yang lebih manusiawi. Tuntuan kedua adalah meminta pemerintah membuat regulasi terkait transportasi online. Kemudian tuntutan ketiga adalah meminta aplikator untuk menetapkan sistem kemitraan yang adil bagi para pengemudi.

WhatsApp Image 2019-01-12 at 07.14.18

Maung menegaskan, Aksi Damai 151 dilakukan tanpa ditunggangi kepentingan politik dari pihak manapun.

Ia memastikan, aksi itu tidak menimbulkan tindakan anarkistis yang dapat meresahkan masyarakat Jakarta dan sekitarnya. “Kami meminta maaf kepada warga Jakarta atas kemacetan pada 15 Januari mendatang. Selanjutnya, kami juga ingin memberitahukan bahwa aksi ini akan dilangsungkan secara damai, tidak ada unsur SARA dan politik,” ungkap Maung.

“Apabila selama berlangsungnya aksi damai ini ada oknum yang sengaja melakukan tindakan anarkistis, kami nyatakan itu bukan bagian dari kami,” tambahnya.

(*Red)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY