7 Jaksa di Wajo Terancam di Polisikan

1
674 views

“Terkait Memberikan Keterangan Palsu didepan Persidangan Pra-Pradilan Jilik Satu”

WAJO SULSEL, POROS NUSANTARA – Nasib apes dialami SAHARUDDIN Direktur CV. Fadel Gemilang Perkasa, Rekanan Pekerjaan Peningkatan Puskesmas Tosora menjadi Rawat Inap Pada Tahun 2016 Dinas Kesehatan Kab.Wajo, yang telah di tersangkakan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Wajo serta mendekan di Rutan Kelas B. Sengkang sejak tgl, 22 november 2018.

Namunpun sebenarnya Senin tgl, 17 Desember 2018 sudah bisa menghirup udara bebas, atas Putusan Pra pradilan Majelis Hakin PN Sengkang yang telah memerintahkan Kejari Wajo untuk membebaskan dari Tahanan, Namun baru keluar dari Gerbang Rutan Kelas B. Sengkang SAHARUDDIN kembali ditangkap  dan dijebloskan di Rutan oleh Kejari Wajo, demikian ungkapan kekecewaan Muh. Efendi Adik Saharuddin.

Muh Efendi pada Poros Nusantara, mengatakan saya Pasra melihat perlakuan Kejaksaan Negeri Wajo terhadap Kakak Saya, Kalau memang Hukun kita di Indonesia seperti itu apa boleh buat, tapi kalau ada tendesi atau bergeming  didalamnya saya tidak terima, saya akan menempuh jalur Hukum sesuai perundang-undangan  yang berlaku di Negara kita yang tercinta ini.- Ujarnya dengan nada sedih.

Sementara Sudirman. SH Kuasa Hukum Saharuddin, mengatakan Ini betul – betul kejari wajo menzalimi saharuddin selama ini, ini penahanannya adalah kejahatan terhadap kemanusian, jadi selama Klain saya dalam tahanan Pra pardilan Jilik 1 (satu) itu adalah kejahatan kemanusiaan itu tadi dibuktikan menurut keputusan majelis Hakim Tunggal PN Sengkang Syamsuddin.SH telah memerintahkan Kejari Wajo untuk membebaskan  SAHARUDDIN dalam Tahanan.

Atas Penangkapan Kembali Klain Saya Saharuddin, maka saya selaku Kuasa Hukum tidak akan tinggal diam dan saya akan melakukan Pra pardilan Jilik 2 (dua) dimana 7 Jaksa termasuk Kepala Kejaksaan Negeri Sengkang, Kasi Pidsus bersama Jaksa yang lain yang telah memberikan keterangan Palsu didepan Persidangan Pra Pardilan Jilik 1 (satu) yakni Keterangan Palsunya Hasil Audit Inspektorat Tanggal 21 November 2018, sedangkan Kenyataannya hanya baru dikeluarkan pada Tanggal, 10 Desember 2018 dan itu tidak memiliki legilitastanding karena tidak ada surat tugas dari Inspektur Inspektorat Daerah Kab.Wajo.

Setelah ditanya bagaimana ketujuh Jaksa termasuk Kepala Kejaksaan Negeri Wajo dan Kasi Pidsus Kejari Wajo, bilamana ada unsur pelanggaran Kode etik atau unsur  Pelanggaran Pidana atas adanya Keterangan palsu didepan persidangan, Sudirman. SH dengan tegas mengatakan Pelanggaran Kode Etik saya akan melaporkan Kepada Kejaksaan Tinggi Makassar dan Komite Kejaksaan Republik Indonesia, sedangkan Pelanggaran Pidananya saya akan melaporkan di Kepolisian apakah di Polres ataukah sekalian di Polda Sulsel karena namanya Keterangan Palsu tentu PIDANA,- Tegas Sudirman. SH Kepada Awak Media Poros Nusantara.

Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Sengkang, Nova Aulia Pagar Alam. SH, dimintai Keterangannya atas alasan penangkapan kembali Saharuddin setelah dibebaskan pada keputusan Majelis Hakim Pra pardilan, dengan menjawab melalui SMS yang berbunyi tentunya bila berbicara alasan suatu penangkapan sebagaimana telah dijelaskan pada pasal 17 KUHAP yaitu terdapat dugaan keras yang bersangkutan melakukan tindak pidana yang didasarkanoleh bukti permulaan yang cukup.- jelasnya.

Laporan : Marsose

1 COMMENT

  1. KITA TUNGGU GEBRAKAN KEJARI SELANJUTNYA MENTERSANGKAN KE 6 DIREKTUR YANG KERJA PUSKESMAS BESERTA PPK.KPA DAN KONSULTAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here