Menteri Susi Ingin Pengusaha Perikanan Manfaatkan Momentum Perang Dagang Tiongkok-AS

Menteri Susi Ingin Pengusaha Perikanan Manfaatkan Momentum Perang Dagang Tiongkok-AS

37 views
0

Jakarta – Poros Nusantara Menteri Kelautan  dan Perikanan, Susi Pudjiastuti hadir sebagai pembicara dalam seminar Innovative Aquaculture bertajuk, “Scy Day Class : Menuju Kejayaan Nasional Untuk Meraih Devisa,” di JiEX Kemayoran, Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut merupakan acara Aquatic Asia dan Indoaqua yang mengusung tema, “Transform Aquaculture Business Industry 4.0”.

Pada seminar yang dihadiri para stakeholder perikanan budidaya, baik udang, ikan, hingga pakan dari berbagai wilayah di Indonesia tersebut, Menteri Susi mengingatkan agar semua pihak bekerja sama untuk memajukan perekonomian perikanan, utamanya budidaya.

“Budidaya ini sejak 30 tahun terakhir di seluruh dunia digiatkan karena kebutuhan pangan manusia yang makin hari makin banyak dan tidak akan pernah berkurang karena pertumbuhan penduduk dunia masih terus berlanjut. Indonesia sendiri hampir konsisten masih menambah penduduknya di atas 2 juta orang tiap tahun,” ungkap Menteri Susi dalam sambutannya.

Pertambahan jumlah penduduk ini menurut Menteri Susi dapat dimanfaatkan para pelaku usaha perikanan, termasuk perikanan budidaya sebagai lahan bisnis.

“Kalau 2 juta orang dihitung 10 persennya makan seafood, itu 200.000 orang. Kalau Bapak baca sekarang ini posisi BPS, jumlah konsumsi ikan per kapita Indonesia sudah 46 kg. Berarti bapak tinggal hitung 200.000 kali 46 kg. Pangsanya bapak apa? Udang? Nah mungkin 10 persen dari pangsa itu adalah udang. Berapa ribu ton diperlukan udang itu Pak tiap tahun,” ia menjabarkan.

Menurut Menteri Susi, untuk dapat memulai bisnis yang baik, pengusaha harus bisa membuat perencanaan dan melihat pangsa pasar yang dapat dibidik. Bahkan saat ini menurutnya, banyak negara juga turut andil melindungi industri dalam negeri, sebagai upaya menjaga ketahanan ekonomi dan keamanan pangan (food security).

Menteri Susi juga menyoroti perang dagang (trade war) yang tengah terjadi antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS). Ia berharap momentum ini dapat dimanfaatkan secara bijak oleh para pelaku usaha perikanan.

“Saya berharap seluruh pelaku bisnis perikanan Indonesia, baik yang tangkapan laut, processing, maupun pembudidaya mengambil momentum ini untuk lari, untuk meloncat. Jangan ulangi kejadian tahun 2001 ke 2004, di mana Amerika menempatkan anti dumping kepada Tiongkok, Thailand, dan Vietnam, budidaya udang Indonesia justru tidak bangkit,” tutur Menteri Susi.

Ia menyayangkan kejadian di masa lalu, di mana ketika Tiongkok atau Thailand dikenai anti dumping dari AS, tetapi justru pengusaha Indonesia membantu menjual barang-barang dari negara tersebut dengan menggunakan dokumen kepemilikan atas nama perusahaan Indonesia. Akibat kejadian ini menurutnya Indonesia hampir dikenai embargo oleh AS.

“Kalau waktu itu kita tidak proaktif, komunikasinya jelek, bisa diembargo produk kita (oleh AS), habislah kita,” kenang Menteri Susi.

Ia juga mengingat di mana dulu

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY