Giska Tetap Ceria Tinggal Bersama Bibinya

Giska Tetap Ceria Tinggal Bersama Bibinya

1,277 views
0

Solok Selatan, Poros Nusanta РPeristiwa pembunuhan Isteri oleh Suami satu bulan lalu,yang begitu menggemparkan, kiranya masih kental diingatan masyarakat Solok Selatan (Solsel). Peristiwa  itu terjadi di Jorong Mudiak Lolo Timur, Nagari Sako Pasia Talang, Kecamatan Sungai Pagu pada Senin 1 Oktober 2018 sekitar pukul 22.00 WIB.

Pelaku penikaman, M.Budi (26) telah diamankan aparat kepolisian, sedangkan mendiang isteri, Resti (20) berada di tempat peristirahatan terakhir. Sementara, buah hati hasil pernikahan mereka (M.Budi dan alm.Resti.red) bernama Giska pada Februari 2019 genap berusia lima tahun.

Saat ini, Giska tinggal bersama Bibinya bernama Reci (32). “Sebulan sudah kepergian Resti (alm), belum hilang dalam ingatan kami sekeluarga peristiwa naas itu,” kata Reci mengawali pembicaraan saat ditemui media ini di kediamannya Mudik Lolo Timur, Kamis (1/11) sekira pukul 17.00 WIB.

Giska duduk disebelah bibinya, ketika ditanya Poros Nusantara- tentang keberadaan Mendiang, Bocah perempuan itu senyum sembari menutup bibirnya dengan tangan mungilnya. “Ayah jahat, ‘didabiahnyo’ Mama. Giska sayang Mama,” katanya sambil menunjuk ke Makam alm.Resti yang berada di depan rumah bibinya.

Menurut Reci, sering dilakukan Giska duduk di atas Makam Mamanya dan jika ditanya tentang Mendiang, selalu menunjuk ke Makam. “Apabila ingat, Giska berdoa di atas makam. Yaa, tuhan tolonglah Mama, Giska,” ucap bocah itu ditirukan Bibinya.

Baginya, perlakuan terhadap Giska sama dan tidak ada bedanya dengan anaknya. “Beruntung di rumah selalu ramai, saudara sepupunya banyak sehingga tidak terasa sepi. Kami juga sudah memasukkan Giska sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) demi masa depannya,” kata Bibinya”.

Reci berharap pelaku bisa dijerat hukuman yang setimpal karena telah menghilangkan nyawa adiknya dengan cara sadis, apalagi Giska tidak akan bisa lagi merasakan kasih sayang Mamanya. “Biarlah kami yang asuh Giska hingga dewasa, persoalan biaya kami bisa patungan bersama. Semoga kelak menjadi anak yang membanggakan,” ucapnya.

Berselang setengah jam Poros Nusantara- di kediaman Reci, rupanya Giska membawa bingiksan dari luar rumah. Terpancar kebahagian dari wajahnya, dengan senyum lebar. Giska bersemangat membawa bingkisan tersebut. “Siapa yang kasih,” tanya Reci.

“Dikasih pak Polisi,” jawab Giska sambil berjalan ke dalam rumah.

Tidak sabar ingin mengetahui isi bingkisan itu, Giska segera membukanya. Senangnya bukan main, rupanya bingkisan itu berupa main-mainan dan boneka. “Dapat kehendak Giska ya, ada bilang terimakasih tadi sama bapak Polisi itu,” kata Reci, dibalas anggukkan kepala Giska.

Usut punya usut, ternyata bingkisan dan amplop tersebut diberikan oleh Kapolres Solsel, AKBP Imam Yulisdianto yang kebetulan lewat di depan rumah Reci. “Wah, rupanya Kapolres yang kasih melalui wali Jorong. Alhamdulillah,” tuturnya.

Terpisah, ketika dihubungi Kapolres Solsel, AKBP Imam Yulisdianto mengatakan bingkisan yang diberikan tersebut tanpa disengaja sebab, pihaknya ada kegiatan kunjungan ke Mushala di kecamatan Sungai Pagu. “Dikarenakan melewati jalan itu, tiba-tiba saja saya teringat peristiwa yang bikin gempar Solsel bulan lalu. Mendadak saya perintahkan anggota mencari hadiah untuk Giska dan sedikit santunan. Semoga bisa bermanfaat,” tutup Imam.

Laporan : Sudirman R

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY