Sidang Paripurna Istimewa III DPRD Pasaman dalam Rangka HUT ke 73 Kabupaten...

Sidang Paripurna Istimewa III DPRD Pasaman dalam Rangka HUT ke 73 Kabupaten Pasaman

172 views
0

Pasaman, Poros Nusantara –  Ketua DPRD Kabupaten Pasaman “Yasri” membuka Rapat Paripurna Istimewa ke III dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat ke – 73, bersifat terbuka untuk umum, Senin (8/10).

828536c7-613f-47ad-98be-6fddc02c2e38

Rapat Paripurna Istimewa itu di buka dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Pasaman Yasri, dan didampingi oleh Wakil Ketua I Ir. Bona Lubis, dan Wakil Ketua II Haniful Khairi, serta di hadiri oleh 27 anggota DPRD Pasaman dari berbagai fraksi, di Aula Utama DPRD Pasaman.

a07d74f7-0f7f-43a8-814a-a6cc7ba7f285

Sebelum Rapat Paripurna Istimewa III di gelar, terlebih dahulu acara di awali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan Mars Pasaman yang di pimpin oleh protokoler.

c98ac43a-2070-478c-bb4c-3df36a207f45

Dari pantauan Poros Nusantara, Rapat Paripurna Istimewa III DPRD Pasaman itu turut hadir Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis, SH, MSi, Wakil Bupati Pasaman H. Atos Pratama, Gubernur Sumatera Barat yang di Wakili oleh Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumatera Barat, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Dapil IV Pasaman/Pasaman Barat, Mantan Bupati Pasaman, H. Baharuddin R, H. Benny Utama, SH, MM, FORKOPIMDA PASAMAN bersama istri, Bupati/Wali Kota Se Sumatera Barat atau yang mewakili, Bupati/Wali Kota Daerah Tetangga, Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat, Pimpinan dan anggota DPRD Pasaman beserta istri, Ketua Harian Persatuan Perantau Pasaman Raya Jabodetabek H. Halim Nasution, Hasbullah Nasution, Tokoh dan Sesepuh Pasaman beserta istri, Para tokoh masyarakat Perantau yang hadir dari berbagai daerah, Ninik Mamak Nan Gadang Basa Batuah, Alim Ulama/Cerdik Pandai/Bundo Kanduang Se- Kabupaten Pasaman, Sekretaris Daerah Pasaman H.M. Saleh, Sekretaris Dewan Mukhrizal.SH, Staf Ahli, Kepala OPD Se-Kabupaten Pasaman, Asisten, Kepala Bagian di lingkungan Pemda Kabupaten Pasaman, Kepala Instansi Vertikal, BUMD, BUMN, Kabupaten Pasaman, Camat Se-Pasaman, Wali Nagari se-Kabupaten Pasaman, Ketua Orpol/Ormas, LSM, Profesi/Pemuda dan Wanita, Wartawan media cetak, Elektronik, dan online dari berbagai mas media, serta undangan lainnya.

f8500d0d-bbd8-48d9-bbfc-8d9c48959ecc

Dalam rapat paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Pasaman, Ketua DPRD Pasaman, Yasri, sedikit mengulas tentang sejarah Kabupaten Pasaman, Yang mana,  “Pasaman” berasal dari kata “Pasamoan” berarti kesepakatan atau kesamaan pendapat antar etnis, Suku Minang, Mandailing dan Suku Jawa.

8f059090-7f07-4d4f-9c8d-09b5178dd214

Lanjut, Kader Golkar Pasaman tersebut, Kabupaten Pasaman terbentuk pada tanggal 8 Oktober 1945. Hal itu didasari Surat Keputusan Residen Sumatera Barat: R.I/I Tanggal 8 Oktober 1945 yang menetapkan pembagian wilayah pemerintahan berikut:
Kepala pemerintahannya, termasuk Luhak Talu (Pasaman) dengan Kepala Luhak (Bupati), Abdul Rahman Sutan Larangan.

a90e849c-2fad-4865-bcfe-b1ee40736499Kemudian diutarakannnya, penyampaian, Bupati Pasaman kepada pihak DPRD Kabupaten Pasaman, pada Tanggal 3 Februari 1992 dan dengan Surat Keputusan DPRD Kabupaten Pasaman Nomor : 11/KPTS/DPRD/PAS/1992 tanggal 22 Februari 1992 tentang Persetujuan Dewan terhadap Hari Jadi Kabupaten Pasaman dan ditetapkan tanggal 8 Oktober 1945, dilanjutkan Surat Keputusan Bupati Kabupaten Pasaman Nomor : 188.45/81/BUPAS/1992 tanggal 26 Februari 1992, maka ditetapkanlah hari jadi Kabupaten Pasaman pada tanggal 8 Oktober 1945.
“Pada tanggal 7 Januari 2004, Gubernur Sumbar atas nama Mentri Dalam Negri RI, resmi Kabupaten Pasaman dimekarkan menjadi dua wilayah Kabupaten yakni Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat,” ujarnya.

7197e6b2-a167-47ec-abcc-2f0de0dc5609Adapun bupati yang pernah memimpin Kabupaten Pasaman semenjak berdiri hingga kini yakni , Darwis Taram Dt. Tumanggung (1946-1947), Basrah Lubis (1947-1949), Sutan Bahrumsyah (1950-1951, Amjalaluddin, Syahbuddin Latif Dt. Bungsu (1951-1954), A. Muin Dt. Rangkayo Marajo (1954-1955). Marah Amir (1955-1958), Johan Rifa’I (1958-1965), Bongar Sutan Pulungan, SH (1965-1966), Drs. Zainoen (1966-1975), Drs. Saruji Ismael (1975-1985), Rajudin Nuh, SH (1985-1990), Taufik Martha ( 1990-2000) Drs. H. Baharuddin R. MM dan H. Benny Utama, SH, MM (2000-April 2005), H. Benny Utama, SH, MM ( April 2005-Agustus 2005 ), H. Yusuf Lubis, SH, M. Si dan Drs. H. Hamdy Buhan, M, Si (2005-2010), H. Benny Utama, SH, MM dan Daniel (2010 s/d 2015), H. Yusuf Lubis, SH, M.Si dan H. Atos Pratama (2016 s/d sekarang).
Begitu juga dengan Ketua Lembaga Legislatif Kabupaten Pasaman, tercatat 19 orang yang pernah memangku jabatan Ketua Dewan. Pada saat terbentuknya Dewan Pemerintahan Kabupaten Pasaman periode 1950 s/d 1957 terdiri dari H. Abdul Latif, Rusli, Syamsiar Thaib, Marah Mansur dan Rusli. Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Pasaman diawali pada Tahun 1957, Dt. Bandaro Basa (1957-1965), Drs. Darussamin (1965-1977), M. Idris Daut (1977-1982), A. Junairi (1982-1987), Drs. Masril Payan (1987-1992), drs. Djufri Hadi (1992-1997),  Drs.Kohirman (1999-2003), H.Sudirman. S (2003-204), H.Syamsuri SE,SH,M.Si (204-2009), H.  Benny Utama (2009 S/d Agustus 2010), Yasri 2010 s/d 24 September 2012, Drs. Syahrizal Yusuf 24 september 2012 s/d 2014 dan Yasri 2014 hingga sekarang.

Sebagai kabupaten yang heterogen dari sisi sosial budaya, Pasaman patut dibanggakan,  karena dalam kurun waktu 73 tahun, mampu membangun dan mengembangkan rasa persatuan dan kesatuan yang kuat, sehingga keanekaragaman suku, bahasa dan budaya serta adat istiadat yang ada di Kabupaten Pasaman, terekat kuat dalam menjaga keutuhan, menjadi sebuah potensi yang dapat didayagunakan secara optimal, sekaligus sebagai modal dasar dalam membangun Pasaman kedepan,” terang Ketua DPRD Pasaman.
Hal itu sejalan dengan visi Kabupaten Pasaman yaitu “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pasaman yang sejahtera, Agamais dan Berbudaya”. “Apalagi, kemajuan pembangunan di Kabupaten Pasaman, bukan karena kerja keras pemerintah saja, melainkan, karena akumulasi dukungan seluruh elemen masyarakat, ini berarti pemerintah dan masyarakat melaksanakan kerja sama yang lebih baik, karena pada hakekatnya pemerintah dan masyarakat merupakan dua komponen yang saling membutuhkan dan harus  bersinergi,” ulasnya kembali.
Lanjut, Ketua DPRD Pasaman, kemajuan suatu daerah tidak hanya di ukur dari aspek penyelenggaraan pemerintahan saja, melainkan juga diukur dari tingkat kemajuan dan kemakmuran masyarakatnya, “Dengan peringatan HUT Pasaman ini marilah kita sama – sama mengevaluasi untuk mewujudkan masyarakat Pasaman yang lebih baik”.

( Laporan : Ekie N )

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY