Wujudkan ASN Kelas Dunia, Pemerintah Rekrut 238 Ribu CPNS

0
140 views

Jakarta, Poros Nusantara, Sabagai salah satu upaya menciptkan kesejahteraan rakyat, Pemerintah berencana merekrut Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 238.015 orang, pada 16-20 September mendatang. Tujuannya untuk meningkatkan daya saing bangsa dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih berkualitas serta mewujudkan  birokrasi yang berkelas dunia pada tahun 2024. Demikian diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPan-RB), Syafruddin, saat jumpa pers, di Komplek Bidakara, Jakarta, Kamis (06/08/2018).

Syafruddin mengatakan penetapan jumlah quata CPNS ini, setelah diadakan analisis, kajian, kalkulasi dan pengetahuan berdasarkan background. “Poin penting dari perekrutan ini untuk membenahi SDM yang akan menggawangi semua aspek kehidupan,” kata Syafruddin.

“Oleh karena itu, berdasarkan tujuan analisis tadi, kebutuhan secara nasional 238.015 yang terdiri dari 51.271 formasi untuk instansi Pemerintah Pusat dan 186.744 formasi untuk instansi Pemerintah Daerah (525) yang dialokasikan pada 76 Kementerian dan Lembaga 525, Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syafrudin mengatakan rekrutmen ini menggunakan prinsip zero minus, minus growth kecuali untuk formasi guru, termasuk guru madrasah  dan dosen yang sangat dibutuhakan. “Kemudian  tenaga CPNS yang paling banyak dibutuhkan kedua adalah tenaga kesehatan,” kata Syafrudin.

Disisi lain, pengadaaan CPNS  tahun ini bersamaan dengan perubahan yang bergulir begitu cepat di era industry 4.1  dengan ciri-ciri dominasi peran mesin dan otomatisasi, serta terintegrasi system komputasi dan jejaring dalam proses fisik.

“Karena itu, guna menghadapi tantangan dan mengantisipasi perubahan tersebut, kita harus mempersiapkan SDM ASN yang berkualitas, memiliki nasionalisme, profesionalisme, berawawasan global, menguasai teknologi informasi, dan Bahasa Asing, memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), ramah dan melayani (hospitality), serta memiliki daya jejaring yang kuat (networking), “ ujar Syafruddin di hadapan para awak Media.

Sementara itu, menurut Sekretaris Kementerian PANRB, Dwi Wahyu Atmaji, saat ini  jumlah PNS sekitar 4,3 juta dengan proporsi terbesar adalah guru dan tenaga kesehatan. “Sementara  tenaga pelaksana atau administrasi sebesar 1,6 juta atau sekitar 38 % dan tenaga teknis keahlian sebesar 372 ribu atau sebesar 8,6 %. Komposisi PNS yang tidak berimbang tersebut akan menyulitkan dalam menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.

“Menyikapi hal ini dan dihadapkan pada tantangan era industry 4.0, kita memerlukan spesialisasi keahlian. Oleh karena itu, perencanaan dan usulan PNS baru, harus difokuskan pada jabatan-jabatan spesifik sesuai core business instansi, arah pembangunan nasional dan daerah serta sasaran Nawacita sehingga daya saing bangsa kita semakin meningkat di kancah internasional,” ujarnya.

Lebih rinci, Dwi Wahyu Atmaji menjelaskan jabatan inti yang diisi dari pelamar umum sebanyak 24.817 formasi, Guru Madrasah Kementerian Agama yang bertugas di Kabupaten/Kota sebanyak 12.000 formasi, serta dosen Kemenristekdikti dan Kementerian Agama sebanyak 14.454 formasi. “Adapun peruntukan instansi Pemerintah Daerah dari Guru Kelas dan Mata Pelajaran sebanyak 88.000 formasi, Guru Agama sebanyak 8.000 formasi, Tenaga Kesehatan Sebanyak 60.315 Formasi (Dokter Umum, Dokter Spesialis, Dokter Gigi dan Tenaga Medi/para medis), serta Tenaga Teknis yang diisi dari Pelamar umum sebanyak 30.429 formasi,” tuturnya.

Ia menambahkan penetapan formasi khusus pengadaaan CPNS Tahun 2018 terdiri dari  Putra/Putri Lulusan Terbaik (Cumlaude), Penyandang Disabilitas, Putra/Putri Papua dan Papua Barat, Diaspora, Olahraga Berprestasi Internsional, serta Tenaga Pendidik dan Tenaga Kesehatan dari Eks Tenaga Honorer Kategori II jabatan guru dan tenaga kesehatan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi CPNS.

Persyaratan Umum

Lebih lanjut, Atmaji menjelaskan persyaratan umum yang harus dipenuhi oleh setiap calon pelamar disesuaikan dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Teknis pendaftarannya dilakukan serentak secara daring atau online oleh Panitia Seleksi Nasional  yang dikoordinasikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui melalui situs sscn.bkn.go.id. Calon pelamar hanya diperbolehkan mendaftar pada satu instansi pemerintah dan satu formasi jabatan.

“Ada tiga tahapan seleksi pelamar CPNS yakni seleksi administrasi, SKD dan SKB. Untuk dapat mengikuti seleksi lanjutan, peserta SKD harus melampaui nilai ambang batas (passing grade) seperti diatur dalam Peraturan Menteri PANRB No. 37/2018 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2018,” jelasnya.

Terakhir, ia menjelaskan pelamar Diaspora yang  dialokasi untuk formasi peneliti, dosen dan perekayasa dengan Pendidikan minimal Strata Dua. “Khusus untuk perekayasa dapat dilamar dari Strata Satu,” ujarnya.

Laporan : Windarto.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here