Enter Indonesia Legal, Aman dan Bisa Jual Belikan

Enter Indonesia Legal, Aman dan Bisa Jual Belikan

119 views
0

Jakarta, Poros Nusantara – Maraknya, pemberitaan negatif  mengenai Energy Saver (ES) atau alat penghemat listrik di masyarakat menimbulkan kebingungan dan keraguan di masyarakat. Apakah alat penghemat listrik ini mampu menghemat listrik saja atau bohong? Hal ini yang  membuat Benny Marbum, Kepala Dvisi PT.  PLN menulis sekaligus konfirmasi di blog pribadinya.

Menurut pengakuan Benny, banyak orang yang menghubungi guna menanyakan, apakah produk ini legal ?, apakah boleh dipasang di rumah ?  Apa benar alat ini tidak bermafaat bagi pelanggan PLN ? Mengapa alat ini tidak dilarang diperjual belikan ?

Mendapat pertanyaan yang bertubi-tubi seperti itu, Benny langsung menjawab pertanyaan tersebut. Produk Energi Saver adalah  legal, aman dipakai di rumah  listrik setelah meteran listrik dan boleh dipasang di rumah. “ Alat ES ini pada dasarnya hanya berupa kapasitor. Sifatnya berlawanan dengan induktor (kumparan atau belitan listrik), seperti motor-motor listrik, trafo, ”  ujarnya.

Blog pribadi Benny Marbum ini, diposting setelah mendapat penjelasan dari Direktur PT. Sains Solusi Global (SSG), Edi Swandi melalui sambungan telepon seluler. “Dimana sebelumnya, ia menulis tentang energy saver yang bernada menjelek-menjelekan produk-produk tertentu. Dengan demikian, kita tidak perlu membawa masalah ini  ke ranah hukum,” kata Edi, di Jakarta. (28/08/2018).

Lebih lanjut, Benny menjelaskan Alat ES ini pada dasarnya hanya berupa kapasitor. Sifatnya berlawanan dengan induktor (kumparan atau belitan listrik), seperti motor-motor listrik, trafo.

“ Peralatan listrik di rumah, banyak menggunakan motor listrik, misalnya kulkas, AC, mesin cuci, pompa air. Ketika start, peralatan listrik yang menggunakan motor listrik menarik arus cukup besar, walau hanya sesaat. Karena arus start ini relatif besar, maka sering kali MCB (sekring) di rumah trip atau jeglek. Kalau MCB trip, maka listrik di rumah sebagian atau seluruhnya padam. Nah, alat ES ini dapat meredam arus start. Inilah salah satu manfaat alat ini,” jelasnya.

Selain itu, manfaat lain dari alat ES ini bagi konsumen adalah tegangan listrik menjadi lebih stabil.  “Pasalnya, arus yang dibutuhkan untuk bekerjanya motor-motor listrik dapat dikurangi oleh alat ES ini. Dengan berkurangnya arus yang mengalir pada instalasi, maka drop tegangan juga mengecil, sehingga tegangan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Masih dari blognya Benny, sebenarnya, PLN juga terbantu dengan terpasangnya alat ini di instalasi rumah.  “Karena dapat mengurangi kebutuhan listrik induktif yang dipakai oleh motor-motor listrik dan peralatan modern lainnya (misal lampu LED). Dengan semakin banyaknya peralatan listrik yang menggunakan motor listrik, maka semakin banyak energi listrik induktif yang dipakai konsumen dan dikirim PLN, namun konsumen tidak membayar energi induktif yang dipakai. Mengapa? Karena alat ukur PLN (kWh meter) di rumah tangga, hanya mengukur energi listrik aktif (kWh),” katanya.

“Sedangkan energi listrik induktif (kVArh) tidak dibayar konsumen. Nah, dengan alat ES ini terpasang di konsumen, maka kebutuhan energi listrik induktif konsumen, dapat berkurang,” ungkapnya,” ujarnya.

Diakhir tulisannya, ia memberikan kesimpulan bahwa alat ES ini legal, bermanfaat, dan tidak melanggar bila dipasang di instalasi rumah di sisi setelah kWh meter PLN.  “Jadi, mestinya tidak ada alasan melarang memproduksi, dan menjualnya,” ujarnya.

 

 ( Laporan : Windarto )

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY