LPMP NTT Dukung Penerapan Sistem Zonasi PPDB

LPMP NTT Dukung Penerapan Sistem Zonasi PPDB

64 views
0

Kupang. Poros Nusantara – Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTT mendukung penuh penerapan sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah – sekolah. Sistem zonasi ini dimaksudkan untuk menghilangkan pemikiran pada sekolah favorit dan non favorit. Semua sekolah di NTT dilakukan penyeragaman sehingga tidak timbul kesan sekolah A lebih berkualitas ketimbang sekolah B. Semua sekolah harus ” menjual ” konsep pembelajaran yang baik dan berkualitas sehingga para orang tua tidak harus memasukan anaknya jauh dari tempat tinggal.

Kepala LPMP NTT, Drs. H Muhammad Irfan, MM menyampaikan hal ini kepada wartawan di sela – sela kegiatan rapat persiapan  bantuan pemerintah pendampingan K13 bagi guru SD dan SMA se-NTT di Aula LPMP NTT, Jumat (27/7/2018).

Irfan mengakui saat ini memang sebagian orang tua melakukan aksi terkait penerapan sistem zonasi PPDB. Ada banyak siswa yang belum terakomodir karena harapannya bisa masuk pada sekolah yang selama ini dinilai favorit dan berkualitas. Penerapan sistem zonasi ini, lanjut Irfan sesungguhnya sangat membantu para orang tua dalam hal mempermudah akses serta mengurangi beban biaya pendidikan anaknya. Pemerintah mencari pola terbaik untuk menyamaratakan kualitas sehingga tidak ada lagi kesan ada sekolah tertentu merupakan sekolah  favorit dan  kualitas sementara sekolah lain tidak. ” Sebenarnya sistem zonasi ini bagus untuk menghilangkan kesan soal sekolah favorit dan bukan favorit. Pemerintah mau terapkan sistem zonasi agar semua sekolah itu bermutu dan berkualitas. Ini dengan maksud siswa yang mendaftar  membludak di sekolah tertentu sedangkan ada sekolah lain sepi.

IMG-20180728-WA0000

Ini sistem diterapkan agar mendorong sekolah untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh agar betul – betul sekolah di NTT ini benar – benar sama mutunya “, kata Irfan.

Tugas pihak sekolah sekarang, lanjut Irfan, berusaha meyakinkan masyarakat bahwa sekolah mana saja di NTT melayani pendidikan dan  mau dihilangkan budaya penilaian adanya sekolah favorit. Sistem zonasi ini dimungkinkan untuk membantu orang tua dalam hal biaya sehingga tidak terbebani. ” Tantangan sekolah sekarang soal bagaimana membuat sekolah itu menjadi  luar biasa, terpercaya dalam menghasilkan anak yang baik. Sekolah harus memberikan pelayanan yang baik dan berkualitas dan perlu meyakinkan para orang tua. Sekolah harus ” menjual ” dan meyakinkan masyarakat bahwa sekolah yang ada di sekitar tempat tinggal juga menciptakan   hal yang  luar biasa seperti peningkatan  kualitas guru dan penataan lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman “, katanya.

Pada bagian lain Irfan juga menjelaskan soal kegiatan yang kini tengah dilakukan dengan menghadirkan para guru honorer maupun ASN se – NTT jenjang pendidikan SD – SMA. Kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 27 – 29 Juli ini sebagai persiapan untuk pendampingan Kurikulum 2013 (K13)  dimana pelatihannya dilakukan tim  P4TK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.  Peran LPMP sebatas melakukan pendampingan guru yang sudah dilatih ini untuk memulai kegiatan belajar mengajar dengan penerapan  K13.

” Jadi ini  tenaga yang disiapkan untuk pendampingan. Anggaran kita siapkan nanti mereka akan kita kumpulkan  dalam satu hari  di induk klaster. Guru yang sudah dilatih ini ketika sudah di sekolah akan memberikan pendampingan lagi pada  induk klaster ke induk klaster lain. Nanti mereka ke induk klaster pembiayaan oleh LPMP. Ini semua guru  yang dilatih merupakan guru honorer dan ASN untuk jenjang pendidikan   SD – SMA se-NTT setelah itu kita hadirkan juga guru jenjang SMP – SMK. Ini penting karena sekarang  sekolah diwajibkan menerapkan sistem pembelajaran menggunakan K13 “, kata Irfan.cko

 

( Laporan : Erni Amperawati )

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY