Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kab. Pasaman Adakan Sosialisasi Lembaga Yang...

Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kab. Pasaman Adakan Sosialisasi Lembaga Yang Berbasis Gender

45 views
0

Pasaman, Poros Nusantara – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Pasaman mengadakan sosialiasi Lembaga yang berbasis gender Tingkat Kecamatan di Aula Kantor Camat Lubuk Sikaping, Senin (23/07/2018).

Pada sosialisi ini  Materi  wajib 1. Sosialisasi lembaga yang berbasis Gender bagi lembaga pemerintahan kecamatan dan Nagari  dari DPPPA 2. Perencanaan  penganggaran yang Responsif gender  (PPRG).  Dari Bapeda Dan materi ke 3 dari Pemnag . Dengan judul materi : terwujud nya PUG di Pemerintahan Nagari.

Kegiatan Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kabid  Pemberdayaan Perempuan dan Gender DPPPA Pasaman Ratnawati,S.Pd,I M.Pd, Bappeda Pasaman Ridwan, Camat Lubuk Sikaping Mardianto,SH beserta Staf Kecamatan selaku Pokja PUG dan POCAL POINT, KAN, Bundo Kanduang, Wali Nagari dan Jorong se- Kecamatan Lubuk Lubuk Sikaping.

IMG-20180723-WA0011

Ratnawati, S.Pdi, M.Pd menyampaikan Sosialisasi ini dilaksanakan 6 Kecamatan yang pertama kita laksanakan di Lubuk sikaping dan disusul ke 5 kecamatan lainnya diantaranya Bonjol, Panti,Duo Koto, Rao dan Rao Selatan dengan tujuan Terwujud Keadilan dan kesetaraan gender.

Sosialiasi ini juga merupakan Persiapan Dinas Pemerdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pasaman untuk mendapatkan penghargaan APE ( Anugerah Parahita Eka Praya) 2018 Kab/Kota.

IMG-20180723-WA0014Dalam penyampaian Materi oleh Kabid Pemberdayaan Perempuan Ratnawatii,S.Pd,I M.Pd.,Gender adalah sifat dan prilaku yang dilekatkan pada laki – laki dan perempuan yang dibentuk secara sosial maupun budaya. Karena hal tersebut bersifat bentukan sosial, maka gender tidak berlaku selamanya atau dapat diubah – ubah serta berbeda – beda antara satu tempat dengan tempat yang lain.

IMG-20180723-WA0012

Peran Gender adalah membentuk pembagian kerja antara laki – laki dan perempuan dalam masyarakat. Pembagian kerja ini seharusnya berjalan seimbang namun dalam masyarakat seringkali memperlihatkan ketidakseimbangan pembagian kerja antara laki – laki dan perempuan. Pembagian kerja yang tidak 4 seimbang ini memunculkan berbagai ketidakadilan gender (marginaliasasi) dalam masyarakat, Ungkap Ratnawati.

 

( Laporan : Ekie )

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY