Garis Kemiskinan di NTT Meningkat 2,35 Persen

Garis Kemiskinan di NTT Meningkat 2,35 Persen

38 views
0

Kupang, Poros Nusantara – Selama kurun waktu September 2017 sampai Maret 2018,  garis kemiskinan di NTT meningkat sebesar 2,35 persen. Hal ini tercermin pada pendapatan perkapita  dari Rp 346,737 per kapita per bulan pada September 2017 menjadi Rp 354,898 per kapita per bulan pada Maret 2018. Pemicunya pada komoditi makanan yang memberikan kontribusi adanya  garis kemiskinan yang jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan, pada Maret 2018 komoditi makanan penyumbang sebesar 78,59 persen pada garis kemiskinan hal ini disampaikan Kepala Pusat Statistik ( BPS) NTT, Maritje Pattiwaellapia saat Jumpa Pers di Aula BPS, Senin ( 16/7/2018).

Dikatakannya, komoditi yang memberi pengaruh besar terhadap garis kemiskinan di NTT sejak September 2017 – Maret 2018 adalah pada tingkat perkotaan yaitu komoditi beras sebesar 31,24 % , rokok kretek filter 8,77%, gula pasir 2,49% , kopi bubuk dan kopi instan( sachet) 2,11% ,Roti 2,09% , telur ayam ras 2, 08% , tongkol/tuna/cakalang 1,99% , Mie instan 1,69% , daun ketela pohon, 1, 44%.

Sedangkan komoditi bukan makanan yang memberi pengaruh besar terhadap garis kemiskinan September 2017- Maret 2018 adalah, Perumahan 10,38% , pendidikan 2,56%, bensin 2, 12%, listrik 2, 05% dan lainnya.

Lebih lanjut diuraikan Maritje, faktor – faktor yang terkait dengan tingkat kemiskinan di NTT periode September 2017 – Maret 2018. Selama periode September 2017- Maret terjadi inflasi umum sebesar 1, 81% sedangkan pada periode Maret 2017-Maret 2018 terjadi inflasi umum sebesar 2,25%.

Tingkat  kesejahteraan petani cenderung meningkat pada bulan Maret 2018, hal ini tercermin dari nilai tukar petani( NTP) NTT bulan Maret 2018 sebesar 104,48 meningkat 1, 48 poin jika dibandingkan periode September 2017, sebesar 103,00. Tingkat pengangguran terbuka( TPT) di NTT pada bulan Februari 2018 sebesar 2, 98 persen. Sebagian besar penduduk bekerja disektor pertanian, yakni sebesar 1,46 juta( 58, 63%). Gini ratio Provinsi NTT pada Maret 2018 sebesar 0,351, turun 0,008 poin dari periode September 2017 yang sebesar 0,359.

Pada periode November 2017- Februari 2018, persentase rumah tangga penerimah raskin/ rastra atau BPNT sebesar 43,09 persen.

 

( Laporan : Erni Amperawati )

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY