Observartorium Nasional terbesar Asia Tenggara Ada di Amfoang Nusa Tenggara Timur

Observartorium Nasional terbesar Asia Tenggara Ada di Amfoang Nusa Tenggara Timur

33 views
0

Kupang, Poros Nusantara – Indonesia memasuki babak baru keantariksaan, hal tersebut ditandai dengan pembangunan fasilitas observatorium terbesar di Asia Tenggara, yang berlokasi di lereng Gunung Timau, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Oleh, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Prof. Mohamad Nasir, telah dicanangkan lokasi tersebut sebagai situs Observatorium Nasional dan Taman Nasional Langit Gelap sekaligus meresmikan nama Observatorium Timau pada 9 Juli 2018 lalu.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN),  Ir. Jasyanto, MM, dalam siaran Persnya kepada wartawan pekan lalu dijelaskan, untuk mendukung program observatorium nasional, pada saat yang sama Kepala LAPAN akan mencanangkan Kantor Pusat Operasional Observatorium Nasional Timau dan Pusat Sains.

Lokasinya berada di Tilong, Kupang, NTT. Selain sebagai pusat operasional, fasilitas tersebut sekaligus sebagai pusat edukasi keantariksaan bagi masyarakat di wilayah NTT. Pada acara pencanangan Situs Observatorium Nasional Timau dan Kawasan Taman Nasional Langit Gelap, juga dilaksanakan acara adat penyerahan lokasi situs secara simbolis dari masyarakat adat kepada pemerintah Republik Indonesia. Hal ini sebagai wujud dukungan masyarakat kepada rencana pembangunan tersebut.

IMG-20180713-WA0004Pembangunan observatorium nasional tersebut merupakan kerja sama LAPAN dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Nusa Cendana (Undana), dan Pemeritah Kabupaten Kupang. Nantinya, fasilitas pengamatan antariksa tersebut akan dilengkapi dengan teleskop optik berdiameter 3,8 meter. Teleskop ini merupakan salah satu fasilitas modern keantariksaan di wilayah Indonesia Timur.

Diharapkan, Situs Observatorium Nasional Timau dan Kawasan Taman Nasional Langit Gelap, serta Kantor Pusat Operasional Observatorium Nasional Timau dan Pusat Sains akan mendorong kemajuan sains dan teknologi keantariksaan Indonesia. Selain itu, juga untuk meningkatkan partisipasi Indonesia Timur dalam bidang keantariksaan sekaligus membuka peluang pariwisata tematik.

Acara pencanangan fasilitas ini dihadiri oleh 1000 orang dari wilayah sekitar lokasi situs dan 300 undangan. Acara ini diakhiri dengan star party (pengamatan bintang) untuk memberi gambaran pada masyarakat tentang keindahan antariksa yang akan dapat dinikmati dari lokasi tersebut.

 

( Laporan : Erni Amperawati )

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY