BNN NTT Berbagi Kasih dengan Yatim Piatu

BNN NTT Berbagi Kasih dengan Yatim Piatu

44 views
0

KUPANG.POROSNUSANTARA – Badan Nasional Narkotika BNN) Provinsi NTT dalam rangka syukuran pindah kantor baru dari yang lama di Jalan Frans Seda ke Jalan Palapa, Kupang, berbagi kasih dengan anak Yatim Piatu dari tiga Panti Asuhan yakni, Panti Asuhan Aisyiyah, Bakti Luhur, dan Pasraman Hindu Kupang. Berbagi kasih ini sebagai bentuk perhatian BNN NTT untuk anak yatim piatu yang selama ini kurang mendapatkan kasih sayang.

Kepala BNN Provinsi NTT, Drs. Muhammad Nur, SH,MH, pada kesempatan kegiatan ini di Kantor BNN Provinsi NTT yang baru di Jalan Palapa, Kamis (21/6/2018) mengatakan, kegiatan halal bihalal bersama anak yatim piatu ini merupakan rangkaian dari kegiatan pelantikan salah satu  pejabat BNN Kota Kupang atas nama, Drs. Max Simson Nawi sebagai Kepala Seksi Penguatan Lembaga Rehabilitasi Masyarakat. Sebagai ucapan rasa syukur, pihaknya mendatangkan anak yatim piatu untuk saling berbagi kasih. Ini sebagai panggilan kemanusiaan dari BNN Provinsi NTT untuk saling berbagi untuk sesama. Walaupun bingkisan kasihnya tidak seberapa, tetapi ini wujud ketulusan hari dari lembaga ini membantu anak yatim piatu.

Pada kesempatan ini  Ustadz Haji Muchsin Thalib dalam , Tausiyahnya mengatakan, sebagai makluk ciptaan Allah, tidak akan pernah luput dari dosa. Oleh sebab itu bila kita merasa mempunyai kesalahan dengan orang lain , janganlah segan-segan minta maaf dan ridhonya, sebab sekecil apapun nilai kesalahan akan dituntut dihadapan Allah hakim Yang Maha Adil. Karena itu janganlah sekali kali meremehkan kesalahan yang pernah kita perbuat pada siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Segeralah minta maaf, lebih-lebih pada momen yang tepat seperti ini.

“Sebaliknya bila kita dimintai maaf oleh yang pernah berbuat kesalahan dengan kita, janganlah berkeras hati, angkuh pendirian, kaku, tidak mau memaafkan orang lain. Sifat tercela seperti itu hendaknya lekas dibuang jauh-jauh. Itu adalah kesombongan, Allah SWT saja mau memaafkan kesalahan hambanya sebesar apapun, tapi justru kenapa kita tidak bisa,” katanya.

Dirinya berpesan, janganlah kita merasa sok suci, marilah sama-sama kita sadari bila orang lain bisa melakukan kesalahan terhadap kita, maka tidak menutup kemungkinan kita juga suatu saat bisa berbuat salah kepada orang lain. Yang perlu diketahui bahwa orang yang tidak mau memaafkan orang lain berarti dia tidak pernah merasa salah, merasa paling suci dari pada orang lain Ini sifat yang sangat berbahaya sekali dan Allah SWT sangat melarangnya.

”Janganlah kamu menganggap dirimu sendiri telah suci.Allah lebih tahu siapa-siapa orang yang bertakwa. Karena itu janganlah berkeras hati , angkuh pendirian , tidak mau memaafkan orang lain. Ingatlah bahwa orang hidup itu lemas orang mati itu kaku. Oleh sebab itulah, bapa,ibu saudara seiman, seagama janganlah kita kaku seperti orang mati tidak mau memaafkan orang lain,” pesan Ustadz Talib.

Pada kesempatan ini, para undangan mendapat hiburan dari anak yatim piatu dengan beragam atraksi seperti bernyanyi bersama, membawakan qasidah bersama. Lanturan suara dan musik yang dimainkan anak yatim piatu sungguh mengharukan sehingga sebagian hadirin menetestkan airmata.

(Laporan : Erni Amperawati)

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY