BNN Komitmen Cegah Penyebaran Narkoba di NTT

BNN Komitmen Cegah Penyebaran Narkoba di NTT

57 views
0

KUPANG, POROSNUSANTARA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTT berkomitmen bekerja sama dengan BNN Kota Kupang juga instansi terkait lainnya untuk mencegah penyebarluasan narkoba di NTT. Dengan era keterbukaan sekarang ini, orang sangat gampang melakukan transaksi narkoba dan ini sangat berdampak serius bagi generasi muda yang mau mengkonsumsi. Untuk itu, diharapkan warga di NTT bersama-sama mencegah dan memberantas penyebaran narkoba agar generasi NTT tetap sehat.

Kepala BNN Provinsi NTT, Drs. Muhammad Nur, SH,MH, dan Kepala BNN Kota Kupang, M Ampera Sidik, S.H, menyampaikan hal ini kepada wartawan usai pelantikan pejabat BNN Kota Kupang atas nama, Drs. Max Simson Nawi sebagai Kepala Seksi Penguatan Lembaga Rehabilitasi Masyarakat di Kupang, Kamis (21/6/2018).

Muhammad Nur menjelaskan, kegiatan mutasi yang dilakukan ini merupakan hal yang  biasa dalam rangka penyegaran untuk meningkatkan kinerja bersangkutan. Masalah narkoba ini perlu ada orang yang memiliki kapabilitas dan  kemampuan, yang memiliki banyak jaringan dengan masyarakat. Untuk di Kota Kupang, katanya, target yang dilakukan BNN adalah jangan ada orang  mengkonsumsi narkoba. Tugas BNN menekan agar daerah ini terbebas dari bahaya narkoba.
bnn ntt 1
“Kita saling kerja sama dengan instansi terkait. Berdasarkan data yang ada,  Indonesia ini penyebaran narkoba sangat luar biasa. Bayangkan dari Jakarta ke Kupang hanya butuh waktu tiga jam sehingga penyebaran bisa saja ada. Makanya kita kerjasama dengan Polda dengan titik berat perhatian pada mencegah lebih baik. Contohnya beberapa waktu lalu kita kerjasama dengan BNN Kota Kupang berhasil menangkap salah satu oknum pilot. Jadi tugas kami mencegah jangan ada penyebaran narkoba di NTT,” katanya.

Sementara Ampera Sidik mengatakan, pelantikan ini merupakan penyegaran untuk percepat akselerasi. Ini bukan selama ini tidak cepat tapi peningkatan inovasi juga diperlukan. Tugas dari pejabat yang baru ini sama seperti corong masyarakat untuk menyebarluaskan informasi untuk pencegahan.

“Harapan kita informasi dari  P2M ini masyarakat tidak konsumsi narkoba. Lewat pencegahan kita berharap tidak ada warga yang mengkonsumsi narkoba. Kalau kerjasama antara pencegahan, pemberantasan dan rehabilitiasi, saya kira persoalan narkoba di Kota Kupang bisa dikurangi. Pencegahan yang kita lakukan dengan sosialisasi,  tatap muka agar masyarakat tertanam dalam benaknya bahwa narkoba itu berbahaya. Aktifitas lain kita lakukan rehabilitasi. Kita  proses yang sudah kena menyelesaikan persoalannya, jika sudah rehabilitasi maka kita harapkan sudah pulih untuk tidak konsumsi lagi,” katanya.

Menurutnya, di Kota Kupang ada oknum yang mengkonsumsi narkoba walaupun tidak sebanyak yang ada di Jawa atau pulau lainnya. Tapi dengan dilakukan penyelidikan dan penyidikan dugaan oknum yang mengkonsumsi di Kota Kupang, kerjasama dengan instansi terkait lainnya persoalan narkoba bisa diatasi.(Erni Amperawati)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY