Produk Unggulan KUKM Provinsi Laris Manis di Smesco Indonesia

Produk Unggulan KUKM Provinsi Laris Manis di Smesco Indonesia

67 views
0

Jakarta, Poros Nusantara – Bila sebelumnya barang-barang unggulan produk KUKM dari seluruh daerah, terkenal dengan bandrol mahal, kini tidak lagi. Begitu pun tempatnya sudah mudah dijangkau. Pengunjung begitu sampai di Gedung Smesco cukup menginjakan kaki di lantai satu dan dua, matanya langsung disambut beragam produk kerajinan yang indah dan berkualitas.

Penempatan produk-produk yang sebelumnya di lantai dua keatas dan kini ditempatkan pada premium area inilah yang dinamakan sebagai bagian revitalisasi Pavilium Provinsi. Yakni gerai milik provinsi-provinsi untuk memajang produk-produk unggulan daerahnya. Keputusan selanjutnya adalah menurunkan harga yang wajar. Dengan demikian produk-produk tersebut akan laku dibeli konsumen yang datang.

Demikian diungkapkan Direktur Lembaga Layanan Pemasaran-Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM), Emilia Suhaimi, kepada Poros Nusantara di ruang kerjanya, Kamis (31/5).

Dia menambahkan hingga saat ini masih tetap konsentrasi dengan program tersebut yang dimulai Januari itu. Hingga kini kesan penampilan wajah baru Produk Unggulan Provinsi dan citra terhadap identitas daerah yang merupakan warisan lokal dan produk unik.

Masih sambung Emilia dimana garakan peluncuran tersebut telah ditandai dengan even Minang Festival. Sejak saat itulah diakui sebagai langkah strategis yang dilakukan LLP-KUKM dalam mengintegrasikan semua potensi yang ada agar Smesco Indonesia menjadi ikon baru, atau citra baru dalam pencapaian pengembangan dan pemasaran produk-produk unggulan Koperasi dan UKM.

“Revitalisasi yang kami maksudkan adalah untuk membuat Smesco Indonesia yang tampil beda, berdaya saing, dan mampu memberikan nilai bagi pengunjung,” ujarnya.

Masih jelasnya, sebagai citra baru Smesco Indonesia akan menjadi referensi terbaik untuk mencari dan mendapatkan produk lokal produksi KUKM Indonesia. Selain itu Smesco Indonesia juga menjadi wadah promosi produk lokal produksi KUKM Indonesia, sekaligus wadah untuk meningkatkan daya saing KUKM daerah.

Hingga saatnya nanti Smesco Indonesia dapat menjadi area “one stop shopping” bagi konsumen lokal maupun internasional yang ingin membeli produk-produk KUKM Indonesia.

Karenanya kata dia, pendekatan dalam proses revitalisasi dilakukan secara terintegrasi, berorientasi pada pengunjung, dan didedikasikan pada UKM lokal agar berhasil guna. Terkait integrasi yang dilakukannya agar memperoleh dampak sinergis dan menghindari saling meniadakan, namun ada efisiensi dalam penggunaan sumberdaya.

Emilia menambahkan bahwa sinergi dan integrasi dilakukannya terutama dengan lembaga terkait, pusat promosi produk UKM untuk kegiatan promosi dan pemasaran produk unggulan daerah, semisal dengan Dewan Kerajinan nasional/daerah (Dekranas/Dekranasda).
emilia
Selain itu juga dilakukan melalui plafform pemasaran online, mengingat daya tampung paviliun provinsi sangat terbatas. sehingga koleksi akan lebih lengkap dapat diakses lewat flatform pemasaran online, termasuk untuk mengembangkan kerja sama bisnis.

Sekali lagi Emilia menekankan bahwa sebagai sebuah lembaga yang berorientasi daya saing, Smesco Indonesia dituntut berkonsep ‘consumer driven’ yakni berorientasi kepada kepentingan pengunjung, dan mempertimbangkan keinginan serta kemudahan pada yang mereka perlukan.”Dengan demikian keberadaan paviliun bukan sekadar representasi daerah, tetapi pelaksanaan revitalisasi harus bermanfaat kepada UKM lokal,” jelasnya lagi.

Intinya imbuh Emilia, konsep revitalisasi tersebut dengan merubah secara mendasar paviliun propinsi, baik dari sisi “Product, Place (tempat), Price (harga), Promotion, Service (layanan) hingga Equipment Counter” menjadi satu kesatuan yang terintegrasi.

Sedikitnya ada lima yang fokus ditampilkan dalam pavilium provinsi diantaranya produk fesyen, asesoris funitur dan kuliner. Selain itu untuk memaksimalkan kunjungan ke lantai satu dan dua, pihak LLP juga selalu mengarahkan saat ada acara wedding selalu diarahkan meneggunaka eskalator agar melewati premium are dimaksud. Dengan demikian jika ada barang-barang yang diinginkan mereka bisa membeli.
produk unggul 3
Adapun barang-barang yang dipajang di tenpat tersebut ada empat kriteria, yakni produk unggulan cepat laku, produk unggulan baru, produk ikon provinsi dan produk untuk ekspor.

Dinas yang Membidangi KUKM Berperan Maksimal

Emilia juga menuturkan adanya revitalisasi tersebut penjualan meningkat tajam. Omset meningkat dan barang-barang sampai habis terjual. Namun setelah barang-barang terjual dia mengeluhkan sulitnya untuk mendapatkan barang-barang kembali dari daerah. Untuk itu Emilia meminta Dinas-dinas yang membidangi KUKM lebih proaktif lagi agar bisa kembali mengirimkan produk-produk unggulannya untuk mengisi ruang pamer pavilium provinsi.

“Jangan beli putus kepada produsen sebab kemampuan keuangan daerah kan terbatas tetapi beli secara berkesinambungan, serta makin maksimal lagi melakukan pembinaan kepada pada produsen unggulan UKM,” pungkasnya. (Slamet AW).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY