Jawara Datang Sembako Tak Lagi Larang (Mahal)

Jawara Datang Sembako Tak Lagi Larang (Mahal)

34 views
0

Jakarta, Poros Nusantara – Beberapa kelompok elemen masyarakat, mulai perorangan dan kelompok seperti gerakan koperasi yakni Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) DKI Jakarta, PesanSembako (khalifa).com dan ada pula perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UKM, sepakat menggagas ekonomi kerakyatan dengan Konsep Jawara (Jaringan Warung Rakyat).

Gagasan ini menjadi sangat penting dalam mengerakkan ekonomi kerakyatan yang nyata, karena sembako merupakan perekat rakyat. Hanya saja soal harga sering terjadi perbedaan dan mereka uyang terlibat dalam diskudi tersebut, menginginkan adanya sembako satu harga yang berlaku di seluruh Indonesia.

Keinginan tersebut menurut pendapat peserta merupakan bagian dari kedaulatan pangan. Pertimbangan untuk memutuskan hal itu karena melihat fakta, bahwa di Indonesian gaji yang diperoleh oleh para karyawan pabrikan mialnya, hanya cukup untuk menutubi kebutuhan soal pangan. Demikian pendapat tersebut dikemukakan Bu Rovi, pimpinan PT Khalifa.

Adapun unsur dari Kementerian Koperasi dan UKM, Latif, juga mengemukakan pihaknya siap memback-up dalam rangka mewujudkan adanya Jawara ini yang akan terus digaungkan ke-seluruhan Indonesia.

Jawara ini tidak lain adalah warung online yang memiliki visi dan misi membangun warung dengan sistem informatika m-commerce yang memadai dimasa mendatang. Dimana misi tersebut memuat beberapa poin penting yang antara lain, warung dapat mengakses harga murah dari industri, warung dapat memberikan layanan online untuk enduser sekitar. Warung juga bisa diakses sebagai tarik tunai (ATM), bisa pula sebagai tempat TopUp: e-money, grab/go pay, tiket KRL. Warung ini pun bisa dijadikan tempat transit sample produk online. Selanjutnya warung bisa digunakan sebagai promotion-spot yg lebih baik dan sebagai kaki tangan para UMKM.

Guna mematangkan langkahnya ini pihak penyelenggara atau pemilik gagasan ini telah melakukan beberapa hal demi terealisasi sesuai tujuan tersebut, yakni melakukan survey dalam populasi kecil sekitar 200 warung di Jakarta dan Bekasi. Membantu usaha tanpa modal kepada para kepala rumah tangga dan ibu rumah tangga, mengajak generasi muda yang tidak memiliki pekerjaan untuk menjadi entrepreneur muda yang kreatif, dan juga terlibat didalam manajemen usaha mikro dilingkungan sekitar. Selain itu juga menjadi penghubung dari pihak industri kepada para retail. Kemudian meyakinkan pihak bank untuk memberikan bantuan modal dengan bunga rendah.

Sisi menarik dari Jawara ini, dalam dua tahun yakni periode (2018-2020) telah merencanakan target-target yang terukur, seperti merekrut warung secara nasional selama dua tahun sebanyak 200.000 anggota. baik di kota-kota besar maupun di lokasi-lokasi terpencil. Kemudian merekrut para relawan yang kreatif dan inovatif untuk peningkatan pendapatan usaha mikro ditiap-tiap daerah. Selanjutnya merekrut para pengusaha kecil agar bisa bersaing dengan produk nasional, serta mengajak para organisasi non profit untuk bergabung mensukseskan program pemberdayaan ekonomi lokal.

Untuk menarik minat masyarakat menekuni bisnis ini sudah barangtentu memiliki sisi keunggulan, sehingga siapapun yang bergabung tak perlu melewati hal-hal rumit yang selama ini menjadi menu wajib harus diikuti, tetapi sekaligus menjadi kendala bagi pemula. Misalnya terkait persyaratan bank yang terlalu ketat dan prosedural, lambatnya penanganan funder/bank untuk merealisasikannya. Kapasitas kuantiti pembelian produk dari industri masih dibawah standar dan kesulitan tempat/kantor perwakilan di tiap wilayah, sehingga tidak menyakinkan para pedagang.

Dengan bergabung dalam Jawara ini masih memiliki peluang besar untuk berkembang usaha yang digelutinya. Mengingat banyak peluang yang bisa menunjang kesuksesan usahanya. Seperti transaksi untuk para pengguna kendaraan dan pengguna transportasi umum yang masih sangat besar untuk beralih ke warung. Beban pinjaman para rentenir yang masih mengikat para pedagang kecil, sehingga antusias para pedagang sangat tinggi untuk bergabung.

Sisi lainnya kedekatan jarak sangat memungkinkan warung lebih cepat mendapatkan konsumen. Peluang para entrepreneur untuk memanfaatkan potensi lingkungan dalam niaga masih berpotensi besar. Termasuk kontrol dari produk, pembayaran, dan anggsuran lebih memungkinkan dan mudah untuk dipantau. (Nur H/Slamet W).

NO COMMENTS

Comments are closed.