Produk Batik IKM akan Dipamerkan di Paris

Produk Batik IKM akan Dipamerkan di Paris

30 views
0

Jakarta, Poros Nusantara – Bukti komitmen Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang pernah disampaikannya bahwa, pihaknya akan terus mendorong para pengrajin dan peneliti industri batik nasional untuk terus berinovasi agar mendapatkan berbagai varian warna alam.

Upaya tersebut untuk mengeksplorasi potensi batik Indonesia sehingga makin memperkaya ragam kain wastra Nusantara dengan warna alam. Selain itu Kemenperin juga memiliki program e-Smart IKM yang bertujuan mendorong pelaku usaha untuk masuk dalam pemasaran online. “Hal ini menjadi salah satu langkah strategis untuk menuju implementasi revolusi industri 4.0 sekaligus memperluas pasar ekspor,” ujar Airlangga.

Salah satu komitmen tersebut menurut Direktur Jenderal IKM Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih dalam rilisnya, Selasa (29/5),.kembali akan memfasilitasi IKM khususnya yang memperoduksi batik berpameran di luar negeri dalam waktu dekat. Tepatnya dalam ajang pameran kelas dunia bertajuk Indonesia Batik For The World di UNESCO Headquarters, Paris, Perancis.

Pameran yang akan berlangsung pada 6 – 12 Juni 2018 ini khusus menyertakan produk-produk batik hasil IKM. Terlebih pameran yang berlangsung sepekan ini sedikitnya bakal dihadiri sekitar 5.000 pengunjung dari berbagai negara. Dengan demikian akan membawa dampak positif bagi perkembangan batik dan potensi besar bagi produk batik itu sendiri.

Dia menambahkan kesempatan tersebut selain untuk memperkenalkan batik kepada dunia dan memperluas jangkauan pasar luar negeri. “Keikutsertaan para pelaku IKM batik memang kita diharapkan dapat memperluas pasar ekspor kain wastra Nusantara terutama ke negara-negara di Eropa,” ujarnya.

Masih kata Gita, melalui pameran ini institusinya ikut terus berupaya melestarikan batik sebagai warisan bangsa yang sudah diakui UNESCO sejak 2 Oktober 2009 sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity ini.

Selain pameran dalam perhelatan tersebut juga akan digelar lokakarya terkait keaneka-ragaman kain batik, mulai sejarahnya, proses pembuatan kain batik hingga perkembangan industri batik di Indonesia. Tak ketinggalan pula rencananya diisi peragaan busana dan pertunjukan seni daerah.
feshien
Masih menurut Gita kepesertaannya dalam ajang tersebut memang bertujuan memperlihatkan kepada dunia terhadap kualitas batik Nusantara yang punya daya saing tinggi. Dimana Indonesia saat ini menjadi market leader yang menguasai pasar batik dunia.

Nilai ekspor batik dan produk batik nasional sesuai catatan Kemenperin mencapai USD 58,46 juta pada 2017, dengan tujuan pasar utama ke Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. Sedangkan potensi perdagangan produk pakaian jadi di dunia mencapai USD 442 miliar. Dimana kondisi demikian menjadi peluang besar bagi industri batik dalam negeri untuk semakin meningkatkan pangsa pasarnya, mengingat batik sebagai salah satu bahan baku produk pakaian jadi.

Adapun fasilitas yang diberikan dalam pameran ini, Gati mengungkapkan pihaknya memfasilitasi booth kepada para IKM Batik Tulis kelas premium yang sesuai dengan selera pasar Eropa. Ditjen IKM juga akan memboyong pengrajin kain batik yang berasal dari Semarang, Kudus, Cirebon, dan wilayah Jawa Timur.

Industri batik menurutnya selama ini telah berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Salah satunya melalui penyediaan ribuan lapangan kerja dan menyumbang devisa negara dari ekspor. “Industri batik nasional yang didominasi para pelaku IKM ini tersebar di 101 sentra seluruh Indonesia, dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 15 ribu orang,” jelas Gita. (Slamet W).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY