Kadis Pariwisata NTT Pesan Lestarikan Roh Pancasila dari Bumi NTT Untuk Indonesia

Kadis Pariwisata NTT Pesan Lestarikan Roh Pancasila dari Bumi NTT Untuk Indonesia

98 views
0

KUPANG, POROS NUSANTARA – Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr.Marius Ardu Jelamu menegaskan, pemerintah dan warga Provinsi NTT sangat bangga karena dari bumi NTT lahir sari-sari Pancasila yang kemudian dijadikan dasar negara. Bumi NTT melahirkan roh dasar negara Pancasila dalam menggerakan semangat keberagaman, toleransi, nasionalisme untuk melawan oknum-oknum yang akan menggantikan idiologi Pancasila. Untuk itu, penetapan Bulan Juni sebagai bulan Soekarno oleh Pemerintah NTT tentu memberi pesan semua warga di NTT khususnya untuk melestarikan roh Pancasila dari bumi NTT untuk Indonesia dan dunia.

Marius Ardu Jelamu ketika ditemui di ruang kerjanya, Jumat (25/5/2018) menjelaskan, untuk tahun kedua Pemerintah NTT bersama Pemerintah Kabupaten Ende menyelenggarkan aneka kegiatan pada Bulan Juni yang oleh Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya mendeklarasikan Bulan Juni sebagai bulan Soekarno. Ini tentu untuk membangkitkan semangat generasi muda untuk mengenang jasa Bung Karno yang setelah melewati masa-masa sulit dibuang Penjajah Belanda dari Batavia ke Digul lalu ke, Bengkulu kemudian ke Ende. Perjuangan Bung Karno untuk Indonesia sangat luar biasa, sehingga melalui Dinas Pariwisata NTT  merespon dengan melaksanakan aneka kegiatan.

Menurut Marius, beragam kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung Bulan Soekarno ini intinya  merefleksikan kembali catatan perjalanan Soekarno sejak tahun 1934 hingga 1938 dalam pembuangannya hingga  di Ende hingga muncul ide menggali sari-sari Pancasila. Ditengah kondisi bangsa yang sebagian oknum mau menggantikan idiologi Pancasila dengan aksi  radikalisme, generasi NTT harus terus membangkitkan semangat kebangsaan,  nasionalisme,  keberagaman, toleransi untuk melawan oknum yang mau merusakan keberagama dan toleransi. Sejarah mencatat, kata Marius, bapak-bapak bangsa dulu sudah meletakan dasar semangat nasionalisme, semangat kebangsaan, keberagaman ketika membentuk negara ini.

“Dan itu ada pada diri Bung Karno sebagai proklamator. Soekarno dibuang kemana-mana dari Digul, Bengkulu sampai ke Ende terus berjuang untuk menyatukan keberagaman bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang disebut Indonesia. Bayangkan ratusan kerajaan yang dipecah oleh Belanda dengan Devide et Imperanya dan kita terpisah-pisah. Bisa dibayangkan kalau tidak ada yang menyatukan maka kita belum punya negara. Soekarno sebagai pejuang dan tokoh bangsa menyatukan semua perbedaan. Dan ide dasar dari Bulan Soekarno ini mau memberikan pesan publik kepada warga Indonesia khususnya dan  dunia umumnya bahwa yang disebut peletak semangat toleransi, NKRI,  keberagaman ada pada bapa bangsa kita Soekarno. Kita berikan pesan bahwa  sejak dulu kita sudah lawan intoleransi,  penjajahan yang berupaya menggantikan Pancasila,” katanya.

Menurut Marius, dalam mengisi Bulan Soekarno, ada beberapa kegiatan yang digelar. Dalam agenda sesungguhnya rangkaian kegiatan biasanya diadakan dari tanggal 1-21 Juni yang digagas Pemerintah NTT.  Tahun ini agak lain karena tanggal 11-20 Juni  libur sehingga kegiatan efektif tanggal  1-9 Juni tapi tidak mengurangi spirit Bulan Soekarno. Kita bangkitkan semangat nasionalisme, toleransi, keberagaman dari Ende (NTT) untuk Indonesia  dan dunia. Sebelum kegiatan yang digagas Provinsi, Pemkab Ende juga sudah gelar kegiatan pendahuluan.

“Kegiatan dari tanggal 23-24 Mei ada pagelaran budaya melibatkan etnik budaya yang ada di NTT. Juga ada kegiatan sepeda santai tanggal  25 Mei kegiatan  festival kebangsaan. Pada tangal 26 Mei digelar fun bike di dalam Kota Ende didukung beragam tarian daerah. Ada juga kegiatan haiking dan fotografi termasuk mengunjungi situs Bung Karno dan tanggal 29-31 Mei digelar pagelaran budaya nusantara dan Ende culture  expo didukung Provinsi  di Lapangan Ende, ada juga pertunjukan budaya melibatkan sekolah ldi Ende. Tanggal 31 Mei ada parade perjalanan napak tilas Bung Karno dari Batavia ke Ende juga ada parade laut dari Pulau Ende sampai Kota Ende. Pada malam harinya diggelar apel kebangsaan  di pohon sukun  dipimpin Gubernur NTT. Rencananya pada upacara 1 Juni akan dipimpin Mendagri tapi ini masih tentatif, kita masih koordinasi. Disampng festival budaya, kita adakan juga lomba pidato pelajar SMP-SMA sekaligus pencanangan bulan Soekarno. Pada tanggal 6 Juni digelar seminar kebangsaan dan tanggal  7 Juni digelar lomba paduan suara antar etnik NTT juga traiking di Gunung Meja,” jelasnya.

Pada bagian akhir penjelasannya, Marius menyampaikan pesan utama dari keseluruhan kegiatan soal bagaimana NTT sebagai provinsi yang yang terkenal dengan semangat toleransinya yang tinggi. Untuk itu, dirinya mengajak semua warga untuk terus  hidupkan spirit keragaman,  toleransi, nasionalisme. Roh Pancasila yang digali dari Bumi NTT oleh Bung Karno harus tetap dilestarikan agar bangsa ini tetap aman dan tetap kuat tidak diganggu oknum yang ingin merusak keberagaman yang sudah diletakan bapak bangsa.

(Laporan : Erni Amperawati)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY