Pasar Grengseng Mulai Jadi Sentra Ekonomi di Kabupaten Brebes

Pasar Grengseng Mulai Jadi Sentra Ekonomi di Kabupaten Brebes

157 views
0

Brebes, Poros Nusantara – Pasar desa atau pasar tradisional mampu bersaing dengan pasar modern, bahkan bisa menjadi sentra kegiatan ekonomi di satu daerah, sepanjang pasar itu dikelola dengan baik terjaga kebersihan. Kenyamanan dan memiliki bangunan pasar yang layak.

Salah satu contohnya adalah pasar Grengseng, desa Taraban, Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes. Pasar ini masuk dalam program revitalisasi pasar tradisiononal Kemenkop dan UKM melalui bantuan APBN 2017 sebesar Rp 832 juta.

Pasar yang diresmikan pengoperasiannya oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, pertengahan Maret 2018 lalu, kini mulai tumbuh menjadi salah satu denyut perekonomian baru di Brebes selatan yang berbatasan dengan Kec Bumiayu Kab Purwokerto.

Kini, Pasar Grengseng selain menjual sembako dan lain-lain, juga mulai menjadi sentra sayur mayur di sekitar kec Paguyangan, terbukti dengan banyaknya pedagang sayur yang berpindah dan kulakan (membeli dalam jumlah besar untuk kemudian diecer-red) di pasar Grengseng.

“Kami mewakili Pemkab dan Bupati Brebes, mengucapkan terimakasih kepada Kemenkop dan UKM karena Brebes telah diikutkan dalam program revitalisasi pasar ini,” ujar Ir Mohammad Iqbal, Asistan II Sektda Brebes yang juga merangkap plt Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kab Brebes, saat ditemui di kantornya Senin (21/5).

Pasar Grengseng juga telah memberi multiplier effect atau dampak lanjutan, Bagi pedagang, telah menemukan tempat berjualan yang layak, Bagi Koperasi bisa menjadi pengalaman baru, karena pasar ini dikelola oleh KUD (Koperasi Unit Desa) bekerjaama dengan pemerintahan Desa.

Menurut Iqbal, program revitalisasi pasar desa/tradisonal ini merupakan program yang bagus bagi pengembangan ekonomi kerakyatan, sekaligus bagaimana memberdayakan koperasi, dalam hal ini KUD Paguyangan Brebes. “KUD sudah waktunya bangkit, dan ini kesempaan bagi KUD untuk bagaimana mengelola pasar secara profesional. Dalam hal ini ide-ide, gagasan dan kreativitas pengurus KUD dibutuhkan agar pasar ini bisa berkembang dan tak kalah dalam bersaing dengan pasar modern,” kata Iqbal.

Ia berharap, apa yang dilakukan di pasar Grengseng ini, bisa di kembangkan di daerah lain. Teruma di Brebes. Menurutnya masih banyak pasar-pasar desa yang belum di revitalisasi. Dengan adanya program bantuan serupa, dia berharap Brebres bisa diikutsertakan lagi di tempat yang berbeda.

Iqbal menambahkan, merupakan kewajiban pemerintah untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan. Namun bantuan itu tak harus berupa uang, melainkan fasilitas yang bisa menumbuhkan tumbuhnya jiwa wirausaha .
pasar brebes 2

Semisal Pasar Grengseng ini, menurutnya sebelum direvitalisasi pasar pedagang hanya berjumlah 165 orang, kini bertambah menjadi 224 pedagang. Itu artinya ada pertumbuhan wirausaha baru sebanyak 59 orang. Ini bagus untuk pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan,” tambah Iqbal.

Naik Dua Kali Lipat

Nasuha, Kepala Pengelola Pasar Grengseng, menjelaskan setelah revitalisasi , pendapatan pedagang maupun pengelola pasar Grengseng meningkat, dua kali lipat. ” Selan itu jumlah pedagang saat ini bertambah, jika dulu cuma 160an, kini lebih dari 224 pedagang yang terdiri dari 24 kios, 150 los pedagang rinjingan (pedagang jinjing) 50 an,’ jelasnya. Ia menaksir perputaran omzet di pasar Grengseng kini mencapai Rp 50 juta perhari, atau naik dua kali lipat dibanding sebelum revitalisasi

Pendapatan pengelola pasar terutama diperoleh dari resribusi yang dikelola bersama oleh aparat desa bersama KUD. Selain dari restrubusi juga dari perparkiran dan kamar mandi/WC. ” Restribusi disini sangat murah kios hanya Rp, sedang los Rp 1.500 dan pedagang jinjing Rp 1.000 perhari. Kami lebih mengutakan kebersamaan,tanggungjawab dan gotong royong serta saling menjaga, untuk menciptakan pasar yang asri, ramah lingkungan, aman dan nyaman,” kata Nasuha. Unit parkir yang dulu hanya 120 ribu perhari kini meningkat menjadi Rp 350 ribu perhari. Jam operasional juga bertambah, kini dari jam 2 pagi sudah ada kegiatan, dan mulai sepi pada jam 11 siang,

Ketua KUD Pagyangan Sugiono mengajak warga untuk berbelanja di pasar tradisional. Pasalnya, dengan berbelanja di pasar tradisional yang pedagangnya umumnya warga sekitar akan memajukan pasar tersebut dan kesejahteraan warga juga akan meningkat.”Pasar tradisional itu milik kita maka kita yang harus meramaikannya dan untuk kesejahteraan kita,” ujarnya

Dikatakan, jika pasar tradisional ramai oleh pedagang dan pembelinya akan meningkatkan perekonomian warga juga akan memberikan tambahan pedapatan bagi desa juga pemerintah. Pendapatan tersebut dapat meningkatkan pembangunan yang bermanfaat pula bagi warga. (slamet W).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY