MUI NTT Kecam Aksi Teroris di Surabaya

MUI NTT Kecam Aksi Teroris di Surabaya

153 views
0

KUPANG.POROSNUSANTARA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT
Peristiwa Pengeboman Sejumlah Gereja di Surabaya. MUI NTT mengecam dan mengutuk Aksi Teroris yang terjadi di 3 Gereja di Surabaya (Gereja SMTB Ngagel, GKI Jalan Diponegoro dan Gereja GPPS Jalan Arjuna) yang menyebabkan korban luka-luka dan meninggal dunia.

Dalam pesan Whatsapp yang dikirim Ketua MUI NTT, Haji Abdul Kadir Makarim yang diperoleh Poros Nusantara di Kupang, Minggu (13/5) disebutkan pernyataan sikap MUI NTT yang ditandatangi, Ketua Drs H.Abdul Kadir Makarim dan Sekretaris Drs H. Mandarlangi Pua Upa, MM.

Dikatakannya, dua kejadian terakhir di Bulan Mei 2018 tentang aksi teror Narapidana di Mako Brimob Kelapa Dua Depok yang memakan korban jiwa dan aksi pengeboman beberapa gereja di Surabaya pada hari Minggu, 13 Mei 2018 pagi, turut meresahkan masyarakat dan ikut mengganggu stabilitas nasional.

Untuk itu, dengan keprihatinan dan kekecewaan yang mendalam, maka Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut, Pertama, Merasa kecewa dan mengutuk serta mengecam keras tindakan teror dalam bentuk apa pun dengan latar belakang dan motif serta kepentingan apa pun karena sangat mengganggu kerukunan antara umat beragama serta mengganggu stabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tindakan tersebut telah membunuh nilai kemanusiaan dan bertentangan dengan ajaran agama manapun.

Kedua, Menyampaikan rasa berbelasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban atas musibah yang sedang dialami. Musibah tersebut bukan hanya duka bagi keluarga dekat korban namun merupakan duka bangsa dan duka dunia secara kemanusiaan. Oleh karena itu semoga kita semua diberi kekuatan ketabahan dan kesabaran secara dewasa terhadap ujian Tuhan yang sedang dihadapi.

Ketiga, Meminta aparat keamanan dan pihak yang berwenang lainnya untuk sesegera mungkin mengusut tuntas pelaku pengeboman beserta aktor intelektualnya sampai ke akar-akarnya. Pihak-pihak yang terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum dengan mendapatkan hukuman yang setimpal. Negara harus hadir menunjukkan eksistensinya di mata rakyat yakni memberikan/menjamin rasa aman dan tenteram kepada publik dengan tindakan preventif dan kuratif secara efektif dan efisien.

Keempat, Mengajak kepada masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh dengan berbagai bentuk profokasi. Masyarakat harus tetap menjaga kondisi di sekitar tempat tinggalnya dengan terus bersinergi dengan pemerintah dan kekuatan sosial lainnya untuk tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan berkehidupan dalam rangka menjaga keutuhan NKRI tercinta.

“Demikian, pernyataan ini disampaikan, semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa merahmati semua ikhtiar anak bangsa untuk mencegah dan memulihkan terjadinya berbagai aksi anarkis dan teror yang akhir-akhir ini kerap dialami bangsa Indonesia. Semoga Indonesia tetap aman, damai, tentram dan bebas dari paham-paham atau ideologi yang bertentangan dengan falsafah pancasila dan semangat Undang-Undang Dasar 1945. (Erni Amperawati).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY