Kepala LPMP NTT Yakin Lulusan Siswa di NTT Naik Peringkat

Kepala LPMP NTT Yakin Lulusan Siswa di NTT Naik Peringkat

238 views
0

KUPANG.POROSNUSANTARA – Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTT, Drs. H Muhammad Irfan, MM, sangat yakin mutu lulusan para siswa yang baru saja mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP) akan lulus dengan baik.

Peringkat kelulusan akan naik dari papan bawah ke papan tengah atau masuk peringkat 20 secara nasional. Kedepan tentu LPMP terus mendorong agar pelaksanaan Ujian Nasional menggunakan UNBK yang sekarang baru 30 persen bisa ditingkatkan menjadi 50 persen tidak ada lagi menggunakan UNKP.

Demikian disampaikan Muhammad Irfan kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (30/4). Dia juga mengungkapkan terima kasih dan mengucap selamat kepada peserta UN tingkat SMA, SMK dan SMP yang sudah melaksanakan ujian dengan baik, aman dan lancar termasuk proses pemindahan hasil lembaran jawabab UN dari yang mengikuti UNBK maupun UNKP sehingga tidak ada permasalahan sampai pengiriman ke Jakarta untuk penentuan skorsing.

Menurutnya, dari hasil pengamatan selama ini, ada kemajuan yang cukup baik dalam hal peningkatan mutu pendidikan di NTT. Untuk itu,dirinya berharap ada target untuk lulusan di NTT sedikit lebih baik dari tahun sebelumnya dengan indikator dilihat dari banyak sekolah yang melakukan UNBK sebanyak 30 persen SMA-SMK dan 70 persen UNKP. Ini menjadi perhatian kedepan sehingga minimal tahun 2019 sekolah yang menggunakan UNKP bisa mencapai 50 persen sudah melaksanakan dengan pola UNBK.

“Kita tidak berani berspekulasi untuk melaksanakan UNBK meskipun ada keinginan beberapa sekolah untuk laksanakan UNBK. Ini karena kita lihat dari persoalan listrik juga kondisi geografis yang tidak memungkinkan sehingga sementara masih menggunakan UNKP,” katanya.

Muhammad Irfan mengatakan, untuk target kelulusan di NTT, yang pasti pelaksanaan tidak ada kecurangan di NTT termasuk tidak ditemukan adanya kunci jawaban yang bocor atau soal yang bermasalah sebagaimana terjadi pada beberapa tahun sebelumnya. Hal inilah yang mendorong para pihak untuk lebih bersemangat dan optimis hasil ujian tahun 2018 ini akan lebih baik. Nilai kelulusan sesuai target di Dinas Pendidikan memang 90 persen lebih persen, sehingga mudah-mudahan tercapai nilai kelulusan jauh lebih meningkat dari tahun sebelumnya.

Masih kata Irfan target kelulusan tahun 2018 dalam hal mutu pendidikan di NTT, masih ingin melaju ke papan tengah, dari 34 provinsi bisa naik ke peringkat 20 untuk hasil UN. Minimalnya bisa bergser dari papan bawa ke papan tengah. Menurutnya sudah ada beberapa usaha yang sudah dilakukan seperti, peningkatan kompetensi para pendidik, penguatan semangat anak untuk belajar dan mendorong anak-anak mengikuti sekolah dari dalam hati untuk menerima pelajaran dengan baik. Selain itu pihaknya juga sudah mulai dengan seleksi calon kepala sekolah. “Bagaimanapun kepala sekolah berperan penting dan berpengaruh pada kualitas hasil lulusan sehingga bersama Dinas Pendidikan NTT kita lakukan seleksi calon kepala sekolah, kita lakukan diklat calon kepala sekolah yang telah memenuhi syarat, Polanya tidak seperti dulu dimana pengangkatan kepala sekolah karena keinginan bupati/walikota tanpa melakukan seleksi. Ini yang ingin lakukan sekarang dilatih, didiklat sesuai syarat dari Permendikbud,” tegasnya.

Ditambahkannya, secara pribadi dirinya bangga karena walaupun kondisi alam NTT kurang bersahabat dan masih banyak kekurangan tetapi penerapan strategi peningkatan mutu pendidikan dari waktu ke waktu terus dibenahi. Anak-anak dilayani pendidikan yang berkualitas. Untuk itu, tugas kedepan pihaknya akan meminta ke Kementrian Pendidikan Nasional agar porsi anggaran walaupun secara nasional 20 persen tapi untuk di NTT tentunya diharapkan ada pertimbangan khusus. NTT perlu ada perlakuan khusus dalam sisi anggaran pendidikan dan tidak boleh sama dengan daerah lain di Indonesia.

“Berkenaan dengan Hari Penddikan Nasuional tahun 2018 ini, saya kira bahwa pendidikan itu untuk semua orang. Tentu melalui Hardiknas ini dimana ada even yang kita selenggarakan secara semarak, ini untuk kita sampaikan pesan kepada masyarakat bahwa pendidikan itu sedang bergerak maju. Mari kita bersama terlibat untuk majukan mutu pendidikan di NTT sehingga anak-anak lulus dengan hasil gemilang dan pada akhirnya dapat bekerja dan bisa menghidupi daerah sendiri,” harapnya. (Erni Amperawati).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY