Paul Liyanto Salut Gebrakan DPD HIPKI NTT dan DPD PPI

Paul Liyanto Salut Gebrakan DPD HIPKI NTT dan DPD PPI

122 views
0

Kupang, Poros Nusantara – Senator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) RI dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ir. Abraham Paul Liyanto salut terhadap gebrakan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Penyelenggara Kursus Pelatihan ( HIPKI) NTT bersama DPD Perias Pengantin Indonesia, menggelar acara lomba rias pengantin daerah NTT dan Lomba rias pengantin modern nusantara inspirasi NTT.

Kegiatan yang melibatkan kaum perempuan NTT ini diharapkan terus berkelanjutan dengan membangun kerjasama antara pemerintah dan dunia usaha agar jiwa kewirausahaan yang mulai tumbuh ini bisa terus dikembangkan. Abraham Paul Liyanto usai mengikuti kegiatan lomba tata rias di Gedung DPD RI Perwakilan NTT di Jalan Polisi Militer Kupang, Jumat (20/4/2018) mengatakan, atas nama pribadi dirinya salut dengan konsep yang dicetuskan DPD Himpunan Penyelenggara Kursus Pelatihan ( HIPKI) NTT, ibu Eveline Mauboy Faah.

Kerjasama dengan DPD Perias Pengantin Indonesia ini dengan menyelenggarakan acara lomba tata rias pengantin tradisional dan modern sangat baik sekali. Hal ini tentu melatih kaum perempuan agar memiliki skill dan berani berwirausaha. ” Saya kira sekarang ini sudah masuk era teknlogi modern dan persaingan pekerjaan yang begitu banyak, tentu  anak – anak harus diberikan pelatihan seperti ini. Kita persiapkan mereka sebagai tenaga siap pakai. Ini bagian dari tugas pemerintah yang kita harus suport. Saya minta ada kerja sama pemerintah dan dunia usaha sehingga betul – betul tahu lapangan pasar kerja seperti apa. Biasanya program pemerintah jalan sendiri tidak koordinasi dengan dunia usaha,  habis pelatihan mereka kembali ke awal mula “, katanya.

Menurut Paul Liyanto, dari pengamatannya sepanjang kegiata,n lomba tata rias yang ada, ada prospek kedepan yang baik. Dirinya melihat ada komitmen bersama antara penyelenggara bekerjasama dengan pihak hotel. ” Kalau di hotel ada event apapun kalau misalnya rapat bersama kan ada tata rias peserta. Saya kira tenaga mereka yang sudah mengikuti lomba ini bisa digunakan. Ada juga kegiatan pernikahan di hotel yang satu paket jadi undangan tidak perlu ke salon cukup di hotel karena sudah ada kerjasama. Ini organisasi HIPKI dan PPI harus kerjasama membangun networking membantu adik – adik ini. Kalau latih abis lepas maka tidak mungkin mereka mencari peluang sendiri. Jiwa entrepreneur sudah ada tinggal dimanfaatkan dengan menjalin kerjasama para pihak “, tambahnya.

IMG-20180422-WA0034Menyinggung soal kegiatan seperti ini untuk menekan pengangguran, Paul Liyanto sependapat. Dirinya menekankan bahwa dengan pelatihan ini mereka bisa mandiri dan tidak perlu berharap mencari uang dengan menjadi TKI – TKW. Pasalnya, ke luar negeri itu mafianya begitu besar. Menjadi calon TKI – TKW sesungguhnya  ada balai latihan tapi masih kalah dengan mafia yang bermain sehingga susah dikontrol kemudian problem besar lainnya tenaga yang keluar negeri pendidikan rendah,  gampang ditipu. ” Saya kira mereka yang sudah dilatih ini dengan bergaul bersama dunia usaha mereka akan segera terserap. Mereka setelah selesai mengikuti kegiatan ini tinggal  mereka bisa gunakan media, reklame, medsos, upload tergantung kreatif mereka sendiri “, ujarnya.

Dimintai tanggapannya soal hari Kartini, Paul Liyanto mengatakan, pendidikan non formal yang digalakan erat kaitannya dengan gender, mulai dari keterampilan masak memasak,  pekerjaan rumah tangga, sampai pada  tata rias,  karena kaum perempuan lebih teliti dan skill yang cukup baik. Inipun menjadi modal untuk mengembangkan ekonomi keluarga karena perempuan bisa terlibat memproduksi. ” Sekarang pemerintah wajibkan 30 persen perempuan harus terlibat dibidang apa saja. Makanya  Kartini masa kini tidak boleh khawatir soal  lapangan kerja karena sangat  terbuka. Tinggal sekarang  kembali kepada orangnya mampu tidak bersaing dengan kaum laki – laki. Kita omong soal jangan ada diskriminasi tetapi perempuan sendiri harus bisa percaya diri. Harapan saya setelah keluar dari kegiatan ini jangan malu – malu. Jangan pulang dari kegiatan ini lalu  tidur tapi mulai mencari teman, tetap percaya diri. Saya yakin  bisa melakukan karena mereka punya keterampilan dan tentunya saya harapkan perbanyak lomba – lomba seperti ini agar mereka terus mengembangkan talentanya “, harap Paul.

 

( Laporan : Erni Amperawati )

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY