Bank Diduga Hilangkan Sertifikat Nasabah

Bank Diduga Hilangkan Sertifikat Nasabah

774 views
0

Solok Selatan, Poros Nusantara –  Hilangnya Sertifikat rumah , sebagai jaminan pinjaman milik nasabah di tangan Bank Rakyat Indonesia (BRI) unit Muaralabuh diketahui  oleh pemilik sertifikat ketika hendak melunasi pinjaman di bank tersebut pada Februari 2018 lalu.

Surya Erita sebagai peminjam, menjaminkan sertifikat rumah milik kakaknya bernama Elda Niati yang digunakan sebagai modal usaha. Ketika ditelusuri media ini Sabtu (31/3/2018), dirumah pemilik di Jorong Macam Masam, Pulakek Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu. Surya Erita melalui kakaknya Elda Niati menyampaikan dikarenakan ada kelebihan uang, pihaknya melakukan pelunasan sebelum waktu jatuh tempo sebab sertifikat tersebut nantinya bakal dipecah untuk dibagi dengan anak – anaknya. ” Kebetulan ada sedikit uang, kita ingin melunasi pinjaman supaya sertifikat itu nantinya bisa dimanfaatkan “, ujar Elda.
Dikatakan Elda Sekitar Februari 2018 saat melakukan pelunasan pinjaman sekitar Rp. 42 juta, pihak bank memberikan bukti  setoran bukan pelunasan, namun untuk pengambilan sertifikat masih menunggu. ” Setelah menunggu sekitar empat pekan, kita kembali datangi pihak bank dengan tujuan mengambil sertifikat rumah itu. Baru dikatakan pihak bank sertifikat rumah kami hilang “, jelasnya.

Dilanjutkan oleh  Elda, duit yang disetorkan sekitar Rp. 42 juta itu diambil kembali sebab tidak menjadi pelunasan tapi penyetoran pinjaman. ” Apagunanya, uang kita disitu kalau tidak bisa pelunasan dan kemudian diberikan bukti pengaktifan kembali. Inikan pihak bank sudah bertele – tele “, ujarnya.

Elda mengatakan, adiknya melakukan pinjaman pada 2013 dan terhitung 2014 sebesar Rp. 50 juta dengan lama pinjaman selama empat tahun. Pihaknya mengaku juga pernah mengalami tunggakan angsuran. Angsuran perbulan sekitar Rp. 1,8 juta. ” Kemudian pada 2016 pihak bank meminta  untuk melakukan pelunasan, tapi dikarenakan belum memiliki uang maka  dilakukan perpanjangan waktu pinjaman dengan memperkecil jumlah angsuran menjadi Rp. 1juta/bulan dengan waktu empat tahun lagi “, jelasnya.

Ia mengaku sebagai pemilik sertifikat tidak terima dengan hilang begitu saja sertifikat miliknya dengan luas tanah 560 meter persegi  “. Solusi dari pihak bank mengatakan bakal melaporkan ke pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN). Saya memilih untuk melaporkan sendiri namun pihak BPN mengatakan untuk melapor ke pihak kepolisian “, tandasnya.

Terpisah, Pimpinan unit BRI Muaralabuh Reski saat ditemui awak media mengatakan pihaknya selaku pimpinan unit belum sampai tiga bulan sehingga tidak mengetahui pasti kejadian itu. ” Terkait persoalan ini, kami telah melakukan koordinasi dengan kantor Cabang Solok dan masih menunggu informasi dari cabang “,  ujar Reski.

Selain itu, pihaknya juga bakal melakukan pengurusan ke BPN Solsel untuk menerbitkan sertifikat baru atau sertifikat pengganti milik nasabah itu. ” Kita juga sudah mengajukan laporan kehilangan pada kepolisian “,  tambahnya.

Reski menyatakan, dari informasi yang didapat pihaknya, kejadian kehilangan ini berawal saat terjadinya banjir bandang di Solsel pada Februari 2016 lalu, menyebabkan perangkat dan brankas terendam air dan lumpur. ” Setelah melakukan pembersihan pasca banjir, semua dokumen dibersihkan dari material lumpur dan dijemur kembali “,  ungkapnya.

 

( Laporan : Sudirman R )

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY