Pariwisata Menjadi Lokomotif Ekonomi NTT

Pariwisata Menjadi Lokomotif Ekonomi NTT

105 views
0

Kupang, Poros Nusantara – Ketua umum Himpunan Pengusaha Muda ( HIPMI) NTT, Athur Ivan Lay mengapresiasi pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang membuat terobosan untuk  melepaskan diri dari stigma ekonomi tertinggal, masyarakat tertinggal dan daerah tertinggal. Pemerintahan Gubernur NTT Frans Lebu Raya sudah membuat satu terobosan yaitu ” New Tourism Teritory”,  dalam bidang pariwisata dan ini  harus menjadi lokomotif ekonomi NTT.

Athur Lay yang merupakan pengusaha muda yang punya motivasi cemerlang ini saat dijumpai di ruang kerjanya, Kamis ( 15/3/2018) secara gamblang mengatakan, sebagai Ketua HIPMI yang baru dilantik periode 2018-2021 dirinya sudah menyiapkan 6 langkah strategis untuk menjawabi tuntutan HIPMI NTT ke depan. Langkah pertama yang diambil adalah: menjadikan HIPMI sebagai mitra pemerintah, dengan berpartisipasi serta ikut memberikan kontribusi yang konstruktif serta menjadi mitra aktif dengan program – program unggulan pemerintah untuk membangun NTT. Selanjutnya untuk meningkatkan ekonomi NTT, kata Athur untuk program ke 2, HIPMI yang merupakan orang – orang muda sebagai generasi penerus, maka harus bertindak, bersikap dan berpikir jauh kedepan serta mempunyai rasa optimisme untuk melewati tantangan yang ada.

HMPIDirinya menyadari, pengusaha muda saat ini kurang akan modal usaha, untuk itu HIPMI hadir untuk menjawab tantangan itu dengan program ke 3 yaitu bapak asuh atau lebih dikenal dengan kakak asuh, dengan penandatanganan MOU bekerja sama dengan BRI, BNI dan bank Artha Graha. Sedangkan untuk BNI sendiri belum ada penandatanganan tapi sudah ada kesepakatan sehingga saat ini sudah ada 4 perbank kan untuk kerjasama dengan HIPMI.

IMG-20180316-WA0008 Athur juga berharap dengan program ini, bisa bekerja sama dengan BPD NTT. Saat ini persaingan bebas, MEA sudah masuk wilayah Indonesia.  Yang perlu disiapkan untuk strategi ke 4 ini menurut Athur adalah buat NTT menjadi inkorporatif dengan maksud, ada 1 payung bersama yaitu gabungan dari anggota HIPMI didalam satu holding company yang besar, untuk bisa bersaing secara kompetitif maupun konperatif agar bisa bersaing secara permodalan dan perlu bergandengan tangan sehingga mampu bukan hanya menjadi tuan di rumah sendiri, tetapi juga mampu menyerang untuk masuk ke daerah –  daerah lain.

Strategi ke 5 yang akan dibuat HIPMI adalah NTT “ conecting “ dengan tujuan menjadikan sumber data untuk menjaring seluruh pengusaha muda di seluruh NTT.
Dikatakannya, saat ini anggota HIPMI yang sudah memiliki Kartu tanda anggota ( KTA) sebanyak 500 orang sedangkan yang mendaftar sebagai pengusaha muda sebanyak 2.000 lebih di NTT. Diharapkannya dengan NTT conect ini, pengusaha – pengusaha muda di daerah bisa bersinergi, karena bukan hanya bank data saja yang disiapkan tetapi harus menjadi sumber informasi dalam dunia bisnis dan ekonomi sehingga diharapkan, dengan NTT conect ini para pengusaha muda bisa berpikir maju kedepan dan mendapat info lebih cepat.

Untuk Strategi ke 6 ini, HIPMI hadir bisa berdampak untuk perekonomian NTT. Untuk itu menurutnya, harus ada penyelarasan antara program kerja HIPMI di tingkat Provinsi sampai tingkat anak cabang , dalam hal ini 22 Kabupaten/Kota yang sudah terbentuk. Karena dengan penyelarasan maka hasil kerja HIPMI akan berdampak kepada masyarakat itu lebih nyata, Untuk menjawab strategi ke 6 ini secara intern HIPMI telah membuat terobosan yang positif dengan mengunjungi kampus – kampus untuk mengkampanyekan hal ini dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pengusaha muda, target HIPMI adalah go to school dan go to campus. HIPMI sudah masuk ke SMK dan kampus – kampus yang ada di NTT, bukan hanya sekedar sosialisasi tapi  sudah menandatangani MOU dengan Universitas Timor dan Politani Kupang. Besar harapannya, dengan MOU maka ada mata kuliah kewirausahaan di kampus tersebut.

Dengan semakin banyak anak – anak muda yang mau jadi pengusaha, maka perekonomian NTT semakin maju. Dalam visi HIPMI lanjut Athur, HIPMI akan menumbuh kembangkan jiwa interpreneur dikalangan muda, dengan harapan jumlah pengusaha muda akan bertambah, karena secara Nasional pengusaha muda cuma ada 1, 6% sedangkan untuk daerah maju minimal pengusaha 2% sehingga bisa di katakan ekonomi Negara itu lebih maju lagi. Athur juga menambahkan, dalam waktu dekat ini, Presiden RI Joko Widodo akan mengundang seluruh Himpunan Pengusaha Muda seluruh Indonesia ke Istana dalam rangka pembahasan Ranjangan Undang – undang ( RUU) kewirausahan.

HIPMI NTT menurut Athur juga sementara mempersiapkan satu undang – undang kewirausahaan untuk pengusaha pemula, sehingga  kalau RUU itu ada, maka ada payung hukum yang dapat diterjemahkan lebih lanjut dalam kebijakan – kebijakan yang pro kepada pengusaha – pengusaha pemula termasuk akses permodalan.

 

( Laporan : Erni Amperawati )

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY