JULIE LAISKODAT PERKENALKAN NUSA TENGGARA TIMUR LEWAT BUDAYA TENUN IKAT

0
1,191 views

KUPANG, POROS NUSANTARA – Pemilik butik LeViCo yang berpusat di Jakarta Selatan Julie Laiskodat, sejak Tahun 2014 memperkenalkan Nusa Tenggara Timur lewat budaya tenun ikat dikancah nasional maupun internasional. Hasil tenun ikat NTT sangat beragam dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi namun masih kalah dalam promosi. Untuk itu, dengan hadirnya Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia( IWAPI) cabang NTT diharapkan ada kolaborasi bersama pemerintah untuk memperkenalkan hasil karya tenun ikat NTT ini.

Julie Laiskodat kepada poros nusantara disela-sela pelantikan dan pengukuhan IWAPI NTT di Swiss Belinn Hotel Sabtu, ( 20/1/2018) mengatakan, ketertarikannya pada dunia Fashion mulai muncul pada 3 Tahun lalu ( 2014). Hal ini sesuai pengalamannya melalui Ormas dan pembentukan Partai Nasdem, dirinya melakukan kunjungan di daerah-daerah di NTT dan menemukan keragaman corak budaya tenun ikat, jika dijual maka dapat membantu perekonomian keluarga. Namun, kesulitan dari hasil tenun ikat itu adalah pemasaran. Untuk itu melalui butik miliknya, Julie fokus pada Fashion karena turn overnya lebih cepat.

“Makanya saya terpanggil untuk memperkenalkan tenun ikat NTT dengan mendirikan butik LeViCo, saya memang tidak pernah berpikir butik karena saya bukan orang disainer, tapi terpanggil untuk memperkenalkan tenun ikat dari NTT. Di butik milik saya bukan hanya dibuatkan baju tapi juga memperkenalkan kulinernya NTT melalui  dunia pariwisata, budayanya melalui tenun ikat NTT” kata Julie yang juga pengurus IWAPI Jakarta selatan.

Julie juga menuturkan, pada september 2017 dirinya dipercayakan membawa 2 Kabupaten di NTT yaitu Kabupaten Timur Tengah Selatan, Soe dan Kabupaten Timur Tengah Utara, Kefamenanu pada ajang New York Fashion week, di New York kata Julie. Dirinya tampil sebagai Fishioner tunggal dan menampilkan 40 baju tenun ikat NTT, dengan mempresentasikan filosofi cara menenun, arti dari motif tenun ikat termasuk memperkenalkan  dinasti pariwisata NTT.

Dikatakannya, masyarakat Eropa dan Amerika umumnya terkesan dan terkesima serta terkagum-kagum dengan budaya tenun ikat NTT yang kaya dan luar biasa, “Makanya saya bilang NTT itu kaya dan saya bisa tampilkan budaya NTT di New York.Saya juga mohon Do’a restu seluruh warga NTT, karena pada Maret 2018 ini saya akan ke Paris Fashion week untuk memperkenalkan tenun ikat hasil dari 3 Kabupaten yakni, Kabupaten Alor, Sabu Raijua dan Rote Ndao. Mudah-mudahan kedepannya saya bisa tampilkan hasil tenun ikat Kabupaten lainnya  di dunia Internasional ini, semata-mata untuk memperkenalkan Nusa Tenggara Timur. Kenapa Fashion, karena ini dapat membantu para pengrajin tenun ikat, karena selama ini pengrajin hanya menenun tetapi pemasarannya tidak tau mau kemana. Makanya kita tampung hasil tenunan dari para pengrajin tenun asalkan berkualitas” kata perempuan cantik yang selalu berbusana tenun ikat NTT ini.IMG-20180121-WA0004

 

 

 

 

Menurutnya, dengan kehadiran IWAPI di NTT dirinya lebih bersemangat lagi, karena para kaum perempuan bisa berkolaborasi dan bergandengan tangan untuk memperkenalkan NTT ke Dunia Luar. “Saya senang sekali dengan adanya IWAPI di NTT nantinya akan berkolaborasi dengan pemerintah untuk menjaring Usaha Kecil Menengah( UKM) di tingkat bawah.

“Selama ini orang bilang “Krismon” atau Krisis moniter tapi menurut saya tidak, harusnya kita melihat peluang apa yang bisa kita kembangkan” kata istri dari Viktor Laiskodat ini. Kedepanya dirinya berharap, perlu adanya peningkatan dalam hal etos kerja dan peningkatan sumber daya manusia ( SDM). Diharapkan melalui IWAPI ini, dapat memberikan pelatihan pada kaum perempuan agar bisa mencari nafkah membantu para suami untuk kesejahteraan keluarganya.

(Laporan : Erni Amperawati)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here