WALIKOTA KUPANG JANJI BENAHI RUMAH SAKIT SK LERIK

WALIKOTA KUPANG JANJI BENAHI RUMAH SAKIT SK LERIK

139 views
0

KUPANG, POROS NUSANTARA – Walikota Kupang, Dr Jefri Riwu Koreh berjanji akan melakukan pembenahan terhadap manajemen Rumah Sakit SK Lerik. Pembenahan yang dilakukan karena dari pengamatannya ditemukan banyak kekurangan pada fasilitas-fasilitas yang tersedia.

Walikota Kupang saat Jumpa Pers diruang kerjanya, Jumat(5/1/2018) menjelaskan, keberadaan Rumah Sakit SK Lerik selama ini sudah banyak membantu warga. Namun, dari fasilitas yang tersedia di butuhkan pembenahan lebih baik lagi, sehingga menjadi Rumah Sakit favorit di Kota Kupang.

Walikota mencontohkan soal kekurangan fasilitas yang perlu di benahi seperti : tempat pembuangan limba medis. Menurutnya, kekurangan yang ada di Rumah Sakit SK Lerik itu berdasarkan hasil sidaknya, dirinya menemukan sampah medis yang ada itu merupakan sampah lama yang ditumpuk yang tidak diproses. “Tempat sampahnya dibikin sangat darurat, sehingga harus diperbaiki dan diatur kembali, sehingga terkesan rapih. Jalan insemenator juga orang pakai lompat, tidak ada jalan yang teratur, untuk itu perlu ditata kembali supaya lebih bagus lagi” katanya.

Walikota Jefri juga katakan, pembenahan yang perlu dilakukan juga terutama sistem pelayanan.
Dirinya mengharapkan pola pelayanan menggunakan komputerisasi bukan manual, ini dengan maksud memudahkan para pasien dalam memeriksakan kesehatan, “Memang saya senang sudah ada kemajuan dalam hal pelayanan juga menyangkut kebersihan, dulu saya lihat kotak sampah yang begitu banyak yang tidak terurus, tetapi sekarang sudah ditata rapih.
Cita-cita kami Rumah Sakit SK Lerik menjadi Rumah Sakit favorit Rumah Sakit tujuan orang sakit, orang tidak perlu lagi ke Rumah sakit Siloam atau rumah sakit WZ Yohannis” katanya.

Menurutnya dalam Tahun 2018 ini, paling lambat Bulan Maret 2018 aset berupa gedung yang tidak terpakai dikawasan itu, dirobohkan. Pasalnya ada alokasi dana dari pemerintah pusat sebesar 58 milyar bisa digunakan untuk melengkapi sarana prasarana kesehatan.

Langkah yang dilakukan adalah penghapusan aset sehingga proses pembangunannya berjalan lancar.
Jika pembangunan gedung sukses dilaksanakan, maka daya tampung fasilitas berupa tempat tidur untuk pasien bisa mencapai 200 tempat tidur.

 

( Laporan : Erni Amperawati)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY