PARIWISATA NUSA TENGGARA TIMUR JADI TRENDING SEKTOR

PARIWISATA NUSA TENGGARA TIMUR JADI TRENDING SEKTOR

648 views
0

KUPANG,POROS NUSANTARA – Pesatnya kunjungan wisatawan baik wisatawan mancanegara (wisman), wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan lokal (wislok) ke NTT, menjadikan sektor pariwisata NTT saat ini menjadi trending sektor penguatan perekonomian masyarakat.

Namun disaat yang sama sektor ini perlu mendapat stategi attention dari berbagai stakeholder agar pariwisata menjadi satu pilar pembangunan daerah. Bagi Dinas Pariwisata NTT, langkah yang dilakukan adalah terus melakukan survei dengan mengumpulkan data pengunjung di daya tarik wisata guna mengetahui profil pengunjung dari aspek geografis, demografis, psikografis dan perilaku.

Kepala Dinas Pariwisata NTT, Dr. Marius Ardi Jelamu, menyampaikan hal ini dalam jumpa pers dengan para wartawan di Kupang, Kamis (4/1/2018), usai membedah buku bertajuk “Analisis kecendrungan minat wisatawan yang berkunjung ke Provinsi NTT Tahun 2017”.

IMG-20180106-WA0002Marius membeberkan, pihaknya menerbitkan buku ini untuk mengidentifikasi pengeluaran dan permintaan wisatawan terhadap produk pariwisata di NTT yang tersedia sehingga bisa menjadi referensi penyusunan rencana stategi pasar pariwisata NTT, dengan harapan lama tinggal dan aktifitas pembelanjaan wisatawan dapat meningkat dan berdampak positif pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah. Dikatakannya, untuk mengetahui kecendrungan minat wisatawan berkunjung ke NTT maka pola pendekatan nasional dan internasional.

Analisis mendalam empat komponen destinasi pendukung sektor pariwisata yang dikenal dengan sebutan 4A yakni Attraction (daya tarik), Amenity (layanan dan fasilitas pendukung), Accessibility (mencakup infrastruktur dan transportasi), dan Ancillary services (layanan pendukung) tetap menjadi perhatian serius. “Wisman yang paling banyak berkunjung ke NTT paling banyak dari Eropa menyusul Asia dan Australia. Hal ini dipicu oleh gencarnya promosi wisata dan berbagai event pariwisata di NTT selain kehidupan ekonomi, sosial budaya yang relatif memiliki banyak kesamaan serta didukung oleh kehidupan dan perkembangan politik di berbagai negara tersebut relatif stabil,Faktor lain, warga Eropa memiliki hubungan historis, emosional dan religius yang kuat khususnya melalui peran misionaris Eropa. Selain itu letak geografis NTT mudah dijangkau baik melalui transportasi udara maupun laut,” katanya.

Menurut Marius, melalui Buku “Analisis kecendrungan minat wisatawan berkunjung ke NTT tahun 2017”, ini akan mendorong lebih banyak aktifitas penelitian sektor pariwisata termasuk isu-isu yang mempengaruhinya. Selain itu diharapkan dengan hasil penelitian memberikan kontribusi pada pengembangan kebijakan yang lebih baik dIsektor pariwisata di NTT.

Di tempat yang sama salah seorang peneliti dari Undana Kupang, Prof. I Gusti Arjana menilai sektor pariwisata NTT kedepan akan cerah, dengan beragam obyek yang tersedia di berbagai daerah di NTT, dapat memberikan kontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat. Intinya lanjut Arjana, pembenahan dan promosi obyek wisata harus terus dilakukan. Semua kepala daerah harus punya komitmen yang sama jika menjadikan pariwisata sebagai trending sektor. “Kita punya Sail Komodo, ada danau tiga warna Kelimutu, ada lagi keindahan bawah laut, ada atrakso budaya yang beraneka ragam. Ini semua kalau dikelola secara baik maka sektor pariwisata di NTT akan sangat maju, kuncinya menciptakan suasana aman dan nyaman termasuk pemberdayaan masyarakat lokal dengan penyediaan kuliner sehingga wisatawan memiliki kenangan tentang NTT,” ujar Arjana.

 

( Laporan : Erni Amperawati)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY