GUNA MENINGKATKAN WISATA TAMBANG DI KOTA SAWAHLUNTO, PEMKO SAWAHLUNTO SELENGGARAKAN DISKUSI NASIONAL

GUNA MENINGKATKAN WISATA TAMBANG DI KOTA SAWAHLUNTO, PEMKO SAWAHLUNTO SELENGGARAKAN DISKUSI NASIONAL

24 views
0
SHARE

SAWAHLUNTO, POROS NUSANTARA – Sumbar-Agar dapat meningkatkan perekonomian khususnya melalui wisata tambang di Kota Sawahlunto, Pemko Sawahlunto bekerja sama dengan PT.Bukit Asam, Pemprov.Sumbar, dan Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar diskusi nasional dengan tema “Peranan dan Potensi Pariwisata dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Sawahlunto” di Aula Diklat ESDM Ombilin Kota Sawahlunto (30/11). Dalam pembukaannya, perwakilan PT.Bukit Asam/PT.BA, Saptanto Sarwo Basuki mengatakan bahwa Kota Sawahlunto telah memiliki berbagai macam objek wisata seperti objek wisata alam, sejarah, religi maupun terkait tambang. “Adanya diskusi nasional ini diharapkan dapat memunculkan pemikiran/ide untuk mengembangkan pariwisata yang berbasis ekonomi kreatif”, jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga berharap agar Kota Sawahlunto dapat menjadi destinasi wisata utama baik di nasional maupun internasional mengingat Kota Sawahlunto memiliki beragam destinasi wisata.

diskusi nasional.1Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Efriyanto dalam laporannya menjelaskan bahwa Kegiatan diskusi nasional akan diselenggarakan selama 2 hari yaitu pada 30 November sampai 1 Desember 2017. Sedangkan di hari kedua akan diselenggarakan tour wisata tambang di Kota Sawahlunto.

Pihaknya juga menambahkan bahwa sektor pariwisata sendiri dinilai menjadi sektor yang dapat mendorong dan meningkatkan perekonomian suatu daerah.

Sedangkan Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf mengatakan bahwa terdapat kedepannya dalam industri pariwisata semakin berat karena adanya tantangan berupa kompetisi-kompetisi dari berbagai daerah khususnya untuk mengembangkan destinasi pariwisata. “Perlu adanya pengembangan secara berkelanjutan di Kota Sawahlunto agar nantinya tidak menjadi kota mati pasca tidak beroperasionalnya sektor tambang”, jelasnya.

Sementara selaku narasumber pertama Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kementerian Pariwisata, Tazbir Abdullah menjelaskan dalam implementasi kebijakan pariwisata nasional dapat dilakukan melalui pengembangan destinasi, peningkatan promosi pariwisata melalui berbagai media hingga melalui peningkatan kualitas dan kuantitas SDM Pariwisata. Sementara terkait tantangan dalam pengembangan pariwisata sendiri diantaranya meliputi dukungan, komitmen, konsistensi Pemda dalam pembangunan pariwisata yang berkelanjutan maupun kerjasama pemerintah daerah dan stakeholder pariwisata menyangkut perencanaan, kesiapan SDM, pengembangan destinasi, promosi serta tata ruang dalam pengembangan pariwisata, jelasnya.

Sementara itu, Rektor UNP, Ganefri mengatakan bahwa dalam pembangunan kota wisata sangat ditentukan oleh masyarakatnya, seperti halnya di Bali yang banyak budaya asingnya masuk namun budaya lokal yang ada di Bali tetap bertahan. “Budaya warga Bali tidak tergerus meskipun banyak budaya asing yang masuk di Bali”, ungkapnya. Pihaknya menambahkan bahwa dalam pola konsep comunity based tourism, peran masyarakat sangat penting dalam sektor pariwisata seperti halnya sebagai perencana, investor, pelaksana, pengelola maupun sebagai evaluasi pariwisata yang dikembangkan.

Sedangkan perwakilan dari Dinas Pariwisata Prov.Sumbar, Defiani menjelaskan bahwa strategi pembangunan pariwisata daerah yaitu adanya pengembangan destinasi dan daya tarik pariwisata, melakukan promosi pariwisata yang efisien dan partisipatif, peningkatan kapasitas industri pariwisata dan usaha ekonomi kreatif maupun peningkatan kapasitas kelembagaan, SDM Pariwisata dan SDM Ekonomi Kreatif.

Di Prov. Sumbar memiliki sekitar 685 objek wisata yang tersebar di seluruh kab/kota yang mana juga terdapat kawasan geopark dengan 9 kawasan / geosite yang tersebar di 7 kab/kota termasuk Kota Sawahlunto. Di akhir paparannya, Defiani menjelaskan terdapat beberapa tantangan permasalahan pengembangan sektor pariwisata diantaranya aksesbilitas yang masih terbatas, infrastruktur yang masih kurang, hingga SDM pelaku wisata yang masih terbatas, tutupnya

(Laporan : Andi/Yanto/Risang)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY