MENINGKATKAN KAPASITAS FASILITATOR MELALUI RAKOR GSC

MENINGKATKAN KAPASITAS FASILITATOR MELALUI RAKOR GSC

101 views
0
SHARE

KUPANG, POROS NUSANTARA – Rapat koordinasi generasi sehat dan cerdas Provinsi Nusa Tenggara Timur yang diselenggarakan oleh PT Trans Intra Asia selaku perusahaan pengelola administrasi – 3B (PPA 3B) yang dukung oleh DIPA Ditjen PPMD dan Kemendesa yang berlangsung di Hotel Neo Asthon Kupang, minggu(8 – 11/9). mengusung tema “Peran Fasilitator Dan Satker Dalam Mendukung Kualitas Pendampingan Pelayanan Sosial Dasar “.dan di hadiri oleh peserta dari sepuluh kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang terdiri dari satker, fasilitator kabupaten, fasilitator keuangan dan operator komputer.

Tujuan dari rapat koordinasi generasi sehat dan cerdas (GSC) yaitu mengevaluasi hasil kegiatan dari setiap kabupaten dalam pemenuhan penugasan nota dinas team leader KMnas GSC, evaluasi audit internal pendalaman SOP 2017, sosialisasi strategi pelaksanaan DOK peningkatan kapasitas GSC 2017,dan penguatan kepada fasilitator terkait rencana aksi daerah kabupaten terhadap pelayanan sosial dasar serta memperkuat penguasaan aplikasi management information system ( MIS). Joke Pello selaku ketua panitia dalam laporannya mengatakan, generasi sehat dan cerdas (GSC) di NTT merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam penanggulangan kualitas layanan sosial dasar khususnya bidang kesehatan ibu dan anak, serta pendekatan pemberdayaan masyarakat desa dengan lokasi sasaran 815 desa yang tersebar di 10 kabupaten dan 78 kecamatan di NTT dan Peningkatan kualitas kesehatan dan gizi berbasis mayarakat untuk mengurangi stunting.

rekor GSC.1Pada kesempatan tersebut, konsultan koordinator provinsi, Mugiono menyampaikan terkait rakor generasi sehat dan cerdas (GSC) selama ini antar pendamping dan fasilitator terasa kurang dalam proses pencapaian persepsi dan semua itu di ketahui dengan adanya perencanaan yang di lakukan sendiri – sendiri, oleh sebab itu dengan adanya rakor ini di harapkan dapat samakan persepsi dan perspektif sehingga bisa meningkatkan kinerja dalam sisa waktu.

Sedangkan salah satu fasilitator keuangan, Agustiani Mangi yang hadir pada kesempatan tersebut mengatakan dengan mengikuti rakor generasi sehat dan cerdas agar dapat meningkatkan kapasitas pendamping sehingga terintegrasi perencanaan reguler dan sudah sepuluh kecamatan terintergrasi.” terkait fasilitator keuangan sudah ada anggarannya sekitar dua milyar lima belas juta lima ratus ribu rupiah dan sudah pencairan sebanyak satu milyar sembilan juta tiga ratus delapan puluh ribu rupiah untuk tujuh belas kecamatan di kabupaten Kupang dan anggaran tersebut di peruntukan untuk pelatihan peningkatan kapasitas.” kata agustiani.

Harapan agustiani dari rakor generasi sehat dan cerdas, agar dapat terintergrasinya perencanaan reguler dengan generasi agar bisa tercover PSD ke dalam perencanaan reguler. Pada rakor generasi sehat dan cerdas juga melakukan evaluasi pencapaian target GSC tahun 2017 dan kendali implementasi DOK CB tahun 2017.

(Laporan : Winda)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY