KOMPAK DAN PEREMPUAN LINTAS AGAMA SERUKAN PERDAMAIAN

KOMPAK DAN PEREMPUAN LINTAS AGAMA SERUKAN PERDAMAIAN

56 views
0
SHARE

KUPANG,  POROS NUSANTARA РKomunitas Peace Maker Kupang (KOMPAK)/Orang Muda Lintas Agama dan Perempuan Lintas Agama, dalam memperingati hari perdamaian internasional tanggal 21 September 2017, menyerukan perdamaian kepada seluruh warga terkait permasalahan kemanusiaan yang terjadi saat ini. Seruan perdamaian terutama menyikapi kasus kekerasan kemanusiaan yang terjadi di Rohingya, Mnyanmar, juga masalah PerPPU Ormas nomor : 2 tahun 2017, dan penyerangan terhadap LBH-YLBHI. Untuk level Provinsi NTT diharapkan tetap menjaga perdamaian dan kerukunan yang sudah terjalin selama ini dalam memperkuat toleransi bersama.

Demikian diutarakan Wakil dari KOMPAK, Carningsih Bunga,  dan rekan-rekannya seperti Chris Hitarihun, Iskandar Wutun dan Iqbal M Djaha dalam acara jumpa pers dengan wartawan di Kupang, Rabu (20/9/2017).

Carningsih dalam sorotannya terkait kasus Rohingya menjelaskan, krisi dan kekerasan yang terjadi di Rohingya adalah persoalan kemanusiaan. Korban jiwa, material dan trauma terus menerus dialami warga sipil membuat KOMPAK merasa prihatin. Untuk itu, sebagai bagian dari warga bangsa, pihaknya menyerukan kepada pemerintah Myanmar segera menyelesaikan dan memenuhi HAM warga setempat. Selain itu, mendorong PBB menggunakan wewenangnya untuk menyelesaikan pelanggaran HAM di Rohingya. Khusus buat pemerintah Indonesia diharapkan tidak pernah berhenti dan terus menerus menyerukan terciptanya perdamaian di Mnyanmar dan dunia.

Chris Hitarihun menyoroti tentang kasus penyerangan terhadap LBH-YLBHI. Sebagai elemen terkait di bangsa ini, pihaknya prihatin dengan kejadian pelarangan terhadap penyelenggaraan kegiatan keilmuan di Kantor YLBHI. Kejadian ini mencederai serta tidak menghargai demokrasi. Untuk itu, lanjut Chris, pihaknya meminta presiden melalui Kepolisian RI segera mengambil langkah serius dalam penyelesaian masalah ini dan memberikan pernyataan terbuka tentang situasi sebenarnya.Selain itu, menghimbau masyarakat pengguna media sosial untuk tidak menyebarkan informasi yang bersifat hoax dan tidak gampang terprovokasi oleh berita yang belum benar.

Sementara Khusus buat masyarakat NTT, Iqbal M Djaha menyatakan bahwa NTT itu Nusa Terindah Toleransinya, keberagaman agama, suku, budaya dan bahasa daerah merupakan karakter khas. Kekayaan ini harus terus dipelihara dan menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Orang Muda dan perempuan lintas agama NTT mendukung segala bentuk upaya terciptanya perdamaian dan memperkuat toleransi di NTT.

“Kami meminta pemerintah NTT perlu mendorong adanya mekanisme lokal atau peraturan tentang kerukunan umat beragama dan secara khusus tentang pendirian rumah ibadah yang sesuai dengan kultur masyarakat NTT. Kami merasa ini penting karena peraturan bersama menteri agama dan menteri dalam negeri tentang kerukunan umat beragama memicu ketegangan lintas agama. Kepada media juga perlu memberitakan kegiatan yang lebih memperkuat jalinan toleransi juga keberagaman antar masyarakat. Untuk masyarakat tentu kami berharap tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu SARA dan juga perlu melakukan kegiatan kebaktian Oekumene kaum muda dan kegiatan keagamaan lainnya,” kata Iqbal.

(Laporan : Erni Amperawati)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY