oleh

Wakil Walikota Sukabumi Imbau Guru BK Proaktif Tanggulangi HIV-AIDS

Sukabumi, Poros Nusantara – Wakil Walikota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, S.Ag., M.M.Pd. selaku Ketua KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Kota Sukabumi menghimbau para guru BK (Bimbingan Konseling) untuk lebih proaktif dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS. Dalam menjalankan tugasnya, para guru BK diminta untuk lebih aktif memberikan sosialisasi dan pengertian tentang bahaya penyakit yang belum ada obatnya itu.

Himbauan Wakil Walikota Sukabumi tersebut disampaikan pada acara Lokakarya Guru BK se-Kota Sukabumi dalam rangka upaya menanggulangi kenakalan remaja dan HIV-AIDS di lingkungan sekolah, Selasa (15/8/2017).

“Jumlah penderita HIV-AIDS usia produktif 15 sampai dengan 24 tahun di Kota Sukabumi terus meningkat. Untuk itu, upaya pencegahan terhadap kenakalan remaja, khususnya pergaulan bebas yang bisa mengakibatkan terhadap terjangkitnya HIV-AIDS, harus senantiasa dilakukan dan ditingkatkan, termasuk oleh para bapak ibu guru BK,” ujar wakil walikota.

Upaya pencegahan terhadap kenakalan remaja dan HIV-AIDS yang dimulai dari lingkungan keluarga dan sekolah akan lebih efektif melalui pembelajaran serta pendidikan karakter dan budi pekerti, lanjut dia.

Ditandaskan pula, penyakit seksual terutama HIV-AIDS dan penyalahgunaan narkoba merupakan persoalan yang serius dan berbahaya. Berkaitan dengan hal tersebut, KPA Kota Sukabumi beserta instansi dan lembaga terkait lainnya terus melakukan sosialisasi tentang bahaya HIV-AIDS ke berbagai kalangan masyarakat dan sekolah. Tujuan sosialisasi ini untuk memperkuat benteng pertahanan diri masyarakat dan para pelajar dari perbuatan negatif seperti kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, dalam kurun waktu 3 tahun terakhir tercatat sekitar 13,3 persen dari total penderita HIV-AIDS di Kota Sukabumi merupakan usia produktif. Sedangkan pada tahun 2017 tepatnya hingga bulan Juni 2017, jumlah pengidap HIV-AIDS dari kalangan usia produktif mencapai 21 persen dari total 66 kasus baru yang ditemukan.

Disampaikannya pula,  jumlah kasus HIV-AIDS di Kota Sukabumi terbilang cukup tinggi. Namun pada tahun 2017 tepatnya hingga bulan Juni 2017 sudah menurun apabila dibandingkan dengan tahun lalu pada bulan yang sama. Wakil Walikota Sukabumi  juga menandaskan, penurunan kasus HIV-AIDS tersebut terjadi karena gencarnya sosialisasi dan upaya pencegahan oleh Pemkot Sukabumi melalui KPA beserta instansi lainnya.

Laporan:DUDI SURAHMAN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkini